Tampilkan postingan dengan label Fisika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fisika. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Agustus 2015

Artikel Tentang Tata Surya

Artikel tentang tata surya – Anda mungkin sudah banyak mendengar tentang tata surya, saya pun juga sudah seringkali membahas dan memposting artikel tentang tata surya baik itu tenteng anggota tata surya, pengertian tata surya, dan sebagainya. Namun pada kesempatan kali ini saya juga akan memposting kembali artikel tentang tata surya. Hal ini akan membuat anda sekalian menjadi lebih paham tentang tata surya, khususnya bagi saya sendiri. Apa itu tata surya?

Tata surya adalah kumpulan dari benda benda yang ada di langit dan terdiri atas satu bintang matahari dan juga semua jenis objek yang ikut serta dan terikat dalam satu gaya yang disebut dengan gaya grafitasi. Dalam hal ini yang termasuk ada di dalamnya yaitu ke delapan buah planet disertai orbitnya yang memiliki bentuk elips selain itu juga jutaan benda langit yang lainnya seperti komet, metor, asteroid dan juga satelit. Peredaran dari benda langit tersebut dalam mengitari satu bintang matahari itu disebut dengan istilah revolusi dan garis edarnya itu disebut dengan istilah orbit. Selain melakukan aktifitas revolusi benda benda yang ada di langit atau tata surya tersebut juga berputar pada porosnya dan hal ini disebut dengan istilah rotasi.

Artikel tata surya

Artikel tata surya kali ini membahas tentang asal usul terjadinya tata surya. Asal usul terjadinya tata surya itu sendiri telah dijelaskan oleh beberapa teori dan salah satu teori yang menjelaskan tentang asal usul terjadinya tata surya adalah teori planettisimal. Dalam teori ini dijelaskan tentang terbentuknya tata surya. Terbentuknya tata surya itu sendiri adalah disebabkan karena pada suatu ketika terdapat sebuah bintang yang melintasi ruang angkasa dengan waktu yang begitu cepat danpada saat bintang tersebut berada sangat dekat dengan matahari.

Daya tarik dari bintang tersebut menjadi sangat besar sehingga hal ini menyebabkan terjadinya daya pasang pada bagian gas matahari dan akhirnya mengakibatkan masa gas tersebut menjadi terlempar dari matahari dan akhirnya mulai untuk mengorbit karena adanya daya tarik matahari maka masa gas itu menjadi tertahan sehingga bergerak untuk mengelilinginya. Kemudian masa gas itu berubah menjadi dingin dan juga memadat. Nah, dari situlah anggota tata surya yang berupa planet planet itu menjadi terbentuk dan termasuk di dalamnya yaitu bumi tepat tinggal para manusia dan juga makhluk hidup yang lainnya.

Artikel tentang tata surya

Nah, jika diatas telah dibahas tentang asal usul terbentuknya tata surya, sekarang saya bahas tentang anggota anggota tata surya. Jika diatas sudah saya jelaskan tentang pengertian tata surya, maka anda sudah dapat menjabarkan siapa sajakah yang menjadi anggota tata surya. Tata surya itu sendiri beranggotakan atas satu buah bintang matahari yang merupakan pusat dari tata surya itu sendiri, delapan buah planet, satelit alami, meteorid, satelit, meteor dan juga yang terakhir adalah komet. Nah, itu dia diatas artikel tentang tata surya yang dapat saya sajikan pada kesempatan kali ini, mudah mudahan dari sedikit penjelasan tersebut diatas dapat menambah ilmu dan wawasan kita semua. Amiin

Selasa, 11 Agustus 2015

Asal Usul Astronomi Tata Surya Dan Bumi

Asal usul astronomi tata surya dan bumi – Segala sesuatu yang ada di jagad raya atau di alam semesta ini memiliki asal usul pembentukannya. Seperti asal usul pembentukan bumi atau alam semesta yang banyak di terangkan di berbagai teori teori yang di kemukakan oleh beberapa ahli, dan juga proses terbentuknya tata surya yang juga di jelaskan dalam berbagai macam teori yang juga di di kemukakan oleh beberapa ahli. Sudah tahu kah anda mengenai asal usul tata surya, bumi dan astronomi? Jika belum tahu, simaklah penjelasan atau uraian berikut yang akan menjelaskan tentang asal usul astronomi tata surya dan bumi.

Astronomi tata surya

Saya akan membahas tentang astronomi tata suya. Sebelum saya bahas tentang astronomi, saya bahas tentang tata surya. Tata surya berhubungan erat dengan astronomi, kenapa demikian? Karena tata surya adalah benda benda yang ada di langit yang berputar untuk mengelilingi matahari sebagai pusat tata surya, salah satu anggota tata surya adalah bintang. Kenapa tata surya berhubungan dengan astronomi, seperti yang telah saya jelaskan tadi bahwa tata surya adalah benda langit yang mengitari matahari dan salah satu anggota tata surya adalah bintang, sedangkan astronomi itu sendiri adalah ilmu tentang bintang. Jadi tata surya sangat berhubungan dengan astronomi.

Astronomi itu sendiri merupakan ilmu tentang perbintangan yaitu suatu ilmu yang mengikutsertakan pengamatan dan juga penjelasan tentang kejadian yang telah terjadi di bumi dan juga di atmosfernya. Ilmu yang satu ini terjadi di bumi dan juga di luar bumi. Ilmu astronomi inilah yang akan mempelajari mengenai asal usul benda benda yang ada di langit dan juga di bumi baik secara fisik maupun secara kimiawi.

Asal usul tata surya dan bumi

Anda mungkin sudah tahu pengertian tata surya dan juga bumi. Namun yang menjadi pertanyaan sekarang adalah sudah tahukah anda asal usul terjadinya tata surya dan juga bumi? Berikut adalah penjelasan mengenai asal usul tata surya dan bumi. Seperti yang telah saya katakana di atas bahwa terjadinya tata surya dan bumi telah diterangkan di dalam beberapa teori yang telah di kemukakan oleh beberapa orang ahli.

Teori yang menjelaskan tentang asal usul terjadinya tata surya salah satunya adalah teori nebular atau teori nebulae. Pada teori yang satu ini di terangkan bahwasannya pada jagad raya ini terdapat beberapa gumpalan kabut yang secara perlahan lahan kabut itu berputar. Dan bagian dari pada tengah kabut tersebut lama kelamaan akan berubah bentuk menjadi sebuah gumpalan gas yang selanjutnya akan berubah menjadi satu bintang yang besar yaitu matahari, dan bagian bagian dari kabut yang ada sekitarnya akan berubah menjadi planet planet dan satelitnya yang termasuk anggota tata surya. Teori nebulae atau teori nebular ini di dalamnya juga termasuk telah menjelaskan tentang asal usul terjadinya bumi, karena bumi adalah salah satu anggota dari ke delapan planet yang termasuk dalam anggota tata surya. Sebab bumi merupakan anggota planet yang ada dalam tata surya.

Sabtu, 08 Agustus 2015

Planet Planet Tata Surya

Planet planet tata surya - Sistem tata surya adalah suatu perkumpulan dari benda langit yang terdiri atas satu buah bintang yang disebut dengan matahari dan juga segala macam bentuk objek yang ikut terikat pada sebuah gaya gravitasi. Semua objek objek itu terdiri dari delapan planet yang telah diketahui dengan orbitnya, planet itu berbentuk elips, ada lima buah planet kerdil atau planet katai, ada 173 satelit alam dan telah di identifikasi dan juga jutaan benda yang ada di langit lainnya, misalnya adalah meteor, komet, dan juga asteroid.

Planet planet yang termasuk anggota tata surya ini ikut berevolusi atau bergerak dalam mengililingi matahari, pada sebuah garis yang telah melalui orbitnya masing masing dengan berpusat pada matahari, sebab matahari merupakan pusat dari tata surya. Planet planet dalam tata surya ini pun akan berotasi pada saat berevolusi. Berotasi adalah suatu kegiatan berputar pada porosnya. Pada umumnya, setiap masing masing planet tersebut telah memiliki pengiring yang ikut bergerak dalam mengitari planet. Pengiring itu disebut sebagai satelit alam. Lalu apa saja planet planet tata surya yang di maksud tersebut diatas? Mari kita cari tahu jawabannya bersama sama.

Planet tata surya

Planet tata surya berjumlah delapan buah. Tata surya itu sendiri diduga terbentuk pada 4,6 milyar tahun yang telah lalu hingga saat ini. Sampai pada saat sekarang beberapa pendapat yang telah dianut yaitu bahwa semua obyek dalam tata surya, materi yang digunakan dalam pembentukan planet berkondensasi dan juga temperaturnya menurun. Dibutuhkan beberapa juta tahun untuk tercapai suatu keadaan seperti yang sudah di amati pada saat sekarang. Planet yang termasuk dalam anggota tata surya ini berjumlah delapan. Ketentuan tersebut telah ditetapkan pada tahun 2006 yang lalu. Apa saja delapan buah planet planet tata surya tersebut? Yuk kita simak penjelasannya di bawah ini.

Planet planet tata surya

Pada penjelasan diatas telah saya sebutkan bahwa sejak tahun 2006 yang lalu telah ditetapkan jumlah planet yang termasuk anggota tata surya itu berjumlah delapan. Berikut adalah delapan nama planet planet tata surya :
  1. Merkurius. Planet Merkurius merupakan salah satu planet yang paling kecil dan planet ini merupakan planet yang letaknya paling dekat dengan matahari.
  2. Venus. Planet Venus adalah salah satu planet yang paling terang urutan yang ketiga yang ada di langit setelah matahari dan juga bulan. Planet venus di sebut planet kembar dengan matahari hal ini disebabkan karena planet venus memiliki ukuran yang hampir sama dengan bumi. 
  3. Bumi. Planet bumi merupakan sebuah planet yang dijadikan sebagai tempat tinggal bagi makhluk hidup. Bumi merupakan satu satunya planet yang berpenghuni.
  4. Mars. Planet mars memiliki warna merah darah. 
  5. Jupiter. Planet Jupiter merupakan planet terbesar karena memiliki 16 buah satelit. 
  6. Saturnus. Planet saturnus adalah jenis planet tercantik, sebab planet saturnus memiliki saturnus yang simetris. 
  7. Uranus. Planet yang memiliki cincin yang sangat tipis sehingga cincinnya sangatlah sulit untuk diamati. 
  8. Neputunus. Planet yang disebut sebagai planet pengganggu Uranus.

Jumat, 07 Agustus 2015

Teori Sejarah Terbentuknya Tata Surya

Teori sejarah terbentuknya tata surya – Sistem matahari atau yang lebih di kenal dengan sistem tata surya dalam istilah bahasa Inggris disebut dengan solar sistem. Sistem matahari tersebut merupakan sebuah sistem yang terdapat di atas jagat raya ini dan terdiri atas satu buah matahari sebagai satu pusatnya, planet planet yang di dalamnya termasuk bumi, satelit satelit seperti bulan, meteor, komet, kabut, debu, asteroid, dan benda benda yang lainnya sebagai anggota tata surya yang telah beredar untuk mengelilingi pusatnya yaitu matahari, mereka mengelilingi pada orbit atau garis edarnya masing masing.

Dari benda benda yang termasuk anggota tata surya tersebut, ada satu buah benda atau anggota yang dapat memancarkan cahayanya sendiri, benda tersebut yaitu matahari adapun benda benda yang lainnya hanya dapat memantulkan cahaya nya saja. Itu adalah pengertian dari tata surya atau sistem matahari. Jika anda sudah tahu tentang pengertian matahari lalu sudah tahukah anda bagaimana teori sejarah terbentuknya tata surya tersebut?

Sejarah tata surya

Sejarah tata surya berawal dari terbentuknya teori teori yang terlahir karena adanya rasa keingintahuan terhadap suatu kejadian ataupun suatu keadaan. Hal yang paling utama yang harus dihadapi guna mendapatkan ilmu yang lebih jauh tentang tata surya yaitu bagaimana tata surya itu dapat terbentuk, bagaimana teori terbentuknya tata surya, bagaimana objek objek yang terdapat pada tata surya itu bisa bergerak dan juga berinteraksi serta mengeluarkan gaya yang bekerja dan mengatur segala macam gerakan gerakan tersebut. Sebelum anda mengetahui tentang teori terbentuknya tata surya tersebut, satu hal yang harus anda ketahui lebih dulu adalah bahwa jauh sebelum masehi, telah di lakukan berbagai pengamatan, penelitian, dan juga perhitungan yang telah dilakukan guna mengetahui segala rahasia dibalik tata surya, termasuk di dalamnya adalah tentang teori terbentuknya tata surya.

Teori terbentuknya tata surya

Teori pasang surut adalah salah satu diantara beberapa jumlah teori yang ada. Teori pasang surut atau teori yang menjelaskan tentang terjadinya tata surya ini dikemukakan oleh seorang ahli yang bernama sir james jeans dan juga harold jeffreys. Menurut teori terbentuknya tata surya yang satu ini di jelaskan bahwa planet planet yang termasuk dalam anggota tata surya itu terbentuk secara langsung oleh suatu gas yang berasal asli dari matahari yang telah tertarik oleh bintang yang melintas di daerah sekitarnya atau yang berada di dekatnya.

Pada saat bintang melintas dan berada dekat dengan matahari bagian dari pada matahari tersebut akan mengalami sebuah pasang dan gas pada matahari itu secara langsung akan terlepas dan menyerupai sebuah cerutu yang mementang ke sebuah bintang. Bintang bintang tersebut akan menjauh dari matahari dan masa dari cerutu itu akan terputus untuk membentuk suatu gumpalan gas yang ada di sekitar matahari dan kemudian hasil dari kejadian tersebut di sebut planet.

Rabu, 05 Agustus 2015

Anggota Anggota Tata Surya

Anggota anggota tata surya – Bicara mengenai tata surya, sama hal nya dengan bicara tentang benda langit. Tata surya adalah kumpulan dari benda benda langit dengan matahari sebagai pusat dari tata surya itu sendiri. Selain matahari, benda benda yang lainnya yang ada di langit dan mengikuti gaya gravitasi itu juga merupakan anggota tata surya. Saya akan mengulas lebih dalam tentang anggota tata surya. Jika anda belum tahu tentang anggota anggota tata surya maka bacalah artikel yang satu ini.

Angota tata surya

Pada sedikit penjelasan yang ada di atas telah di jelaskan tentang pengertian tata surya, maka dari itu disini saya tidak akan membahas lebih lanjut lagi tentang pengertian tata surya, sebab saya yakin dari sedikit penjelasan yang ada di atas sudah bisa membuat anda mengerti tentang pengertian atau apa yang di maksud dengan tata surya. Maka dari itu, saya hanya mengkhususkan untuk membahas tentang angota tata surya. Apa saja yang termasuk anggota tata surya? Semua akan di jelaskan pada penjelasan yang ada di bawah.

Anggota anggota tata surya

Anggota anggota tata surya itu meliputi matahari, bintang, planet dan juga disertai dengan satelit alaminya seperti, komet, asteroid, meteor dan juga meteorid. Bintang adalah salah satu bagian dari anggota tatasurya yang dapat memancarkan cahayanya sendiri. Cahaya yang dipancarkan oleh bintang asalnya adalah dari suatu reaksi nuklir. Masing masing bintang yang ada pada tata surya dapat menghasilkan bermacam macam warna yang berbeda, ada warna kuning, merah, biru, orange, dan putih, hal itu dipengaruhi oleh adanya suhu yang terdapat pada permukaan bintang.

Matahari adalah bagian dari anggota tatasurya dan juga sekaligus sebagai satu pusat tatasurya. Matahari adalah sebuah bintang yang letaknya paling dekat dengan bumi. Matahari dibentuk dari suatu gas hidrogen dan juga gas helium. Selain matahari planet juga merupakan anggota tata surya, namun planet tidak dapat memancarkan cahaya sendiri tidak sama seperti bintang. Jumlah planet yang termasuk anggota tata surya itu sendiri berjumlah delapan buah. Selain planet benda langit lainnya yang termasuk anggota tata surya adalah komet, meteor, dan juga asteroid.

Komet adalah bagian dari anggota tata surya, komet terdiri atas kepala dan juga ekor. Komet itu sendiri tercipta dari es, gas dan juga debu. Meteor juga merupakan bagian dari anggota tata surya yang tercipta dari senyawa logam dan juga bebatuan. Anggota planet yang satunya lagi adalah asteroid. Asteroid itu sendiri bentuknya menyerupai planet namun lebih kecil maka dari itu asteroid sering disebut dengan planet kecil. Asteroid ini bentuknya menyerupai sebuah batu dan memiliki jumlah yang sangat banyak. Asteroid ini berotasi dan juga ikut serta berevolusi dalam mengelilingi matahari.

Selasa, 04 Agustus 2015

Urutan Planet Dalam Tata Surya

Urutan planet dalam tata surya - Sistem tata surya merupakan suatu perkumpulan dari beberapa benda benda yang ada di langit. Tata surya itu sendiri terdiri dari satu buah matahari yang dijadikan sebagai bintang pusat dari peredaran selain itu juga semua objek yang ikut terikat oleh suatu gaya gravitasi. Objek objek yang termasuk dalam anggota tata surya diantaranya meliputi delapan buah Planet, lima buah planet yang kerdil atau dwarf planet, seratus tujuh puluh tiga buah satelit yang masih alami dan juga ada jutaan benda langit lainnya seperti Asteroid, meteorid dan juga Komet.

Pada saat ini, terdapat delapan buah planet yang telah dikategorikan sebagai suatu planet. Pada tahun 30’an ditemukan kembali satu planet yang bernama planet pluto, namun planet pluto hanya masuk dalam kategori planet yang kerdil. Jadi, jumlah planet yang terdaftar menjadi anggota tata surya jumlahnya hanya delapan buah. Dari ke delapan buah planet yang tergolong dalam anggota tata surya tersebut memiliki urutan sendiri sendiri. Urutan planet dalam tata surya tersebutlah yang akan menjadi topik pembahasan saya saat ini.

Urutan planet tata surya

Jika ditinjau secara umum, istilah planet di artikan sebagai suatu benda langit yang tidak bisa mengeluarkan energi panas ataupun energi cahaya namun dapat bergerak untuk mengelilingi matahari secara teratur dan tetap. Jumlah planet yang telah ditetapkan oleh pihak persatuan astronomi internasional ataupun oleh IAU (International Astronomical Union) berjumlah 8 buah planet. Pada sedikit uraian yang ada di bawah ini, akan saya jelaskan tentang daftar nama urutan planet tata surya.

Urutan planet dalam tata surya

Planet planet yang telah berevolusi atau bergerak untuk mengililingi sebuah matahari melalui sebuah garis orbitnya sendiri sendiri dengan menetapkan matahari sebagai suatu pusatnya. Pada saat planet planet tersebut berevolusi, mereka akan melakukan kegiatan rotasi. Pengertian rotasi itu sendiri adalah planet planet melakukan perputaran pada porosnya. Pada umumnya, tiap tiap planet tersebut mempunyai pengiring yang dapat bergerak untuk mengitari planet. Pengiring ini di sebut dengan istilah satelit alam.

Dalam sebuah ketentuan yang telah ditetapkan pada tahun 2006 dalam suatu sidang umum perkumpulan astronomi telah ditetapkan jumlah planet yang masuk dalam anggota tata surya. Jumlah planet yang dalam anggota tata surya ada delapan buah. Meskipun pada tahun 30an telah ditemukan sebuah planet yang bernama Pluto, namun Pluto tidak bisa masuk atau tidak dapat dianggap sebagai planet, karena Pluto tidak memiliki syarat sebagai suatu planet. Nah, setelah tahu jumlah planet dalam tata surya, sekarang saatnya anda mengetahui urutan planet dalam tata surya tersebut. Berikut adalah nama nama urutan planet dalam tata surya :
  1. Merkurius
  2. Venus 
  3. Bumi 
  4. Mars
  5. Yupiter
  6. Saturnus
  7. Uranus
  8. Neptunus

Senin, 03 Agustus 2015

Planet Terbesar Di Dalam Tata Surya

Planet terbesar di dalam tata surya - Planet berasal dari bahasa yunani kuno aster planetes yang artinya adalah bintang pengelanan atau benda astronomi yang dapat mengorbitkan sebuah sebuah bintang ataupun sisa bintang yang ukurannya cukup besar untuk mendapatkan gaya gravitasi sendiri, namun hal ini tidak begitu besar guna menciptakan suatu fusi termonuklir dan juga telah membersihkan beberapa daerah yang ada di sekitar orbitnya yang telah dipenuhi oleh planetesimal.

Istilah planet pada dasarnya sudah sangat lama ada dan juga memiliki hubungan secara khusus dengan sains, agama, mitologi, dan juga sejarah. Dalam suatu peradaban kuno, planet telah dipandang sebagai suatu benda yang cukup abadi atau disebut juga sebagai perwakilan dari dewa. Namun seiring dengan adanya kemajuan dari ilmu pengetahuan, dan juga pandangan manusia pada planet telah berubah. Menurut pendapat persatuan astronomi internasional telah di sahkan suatu resolusi yang resmi dan telah mendefinisikan adanya planet di tata surya. Planet yang termasuk dalam anggota tata surya itu ada delapan buah. Dan diantara planet planet tersebut ada salah satu dari planet planet itu yang merupakan planet yang terbesar di dalam tata surya. Lalu apa nama planet terbesar di dalam tata surya tersebut? Jika anda penasaran dan ingin tahu planet terbesar di tata surya tersebut, baca lah penjelasan berikut ini.

Planet terbesar di tata surya

Sebelum di jelaskan lebih jauh tentang planet terbesar di tata surya, saya akan mengklarifikasi dulu tentang pengertian planet. Apa yang dimaksud dengan planet? Planet adalah suatu benda langit yang masuk dalam anggota tata surya. Tahukah anda jika planet planet yang ada pada tata surya itu dapat diklasifikasikan berdasarkan kriterianya masing masing. Dan tahukah anda jika planet planet tersebut tidak memiliki ukuran yang sama. jika planet planet dalam tata surya tidak memiliki ukuran yang sama, maka dapat dikatakan bahwa pada tata surya ada planet yang memiliki ukuran paling besar. Lalu apakah planet terbesar di dalam tata surya? Jika anda ingin tahu jawabanya bacalah uraian berikut.

Planet terbesar dalam tata surya

Pada uraian ini saya akan menjawab pertanyaan yang ada di atas. Jawaban dari pertanyaan yang ada di atas adalah planet jupiter. Planet jupiter merupakan planet terbesar dalam tata surya. Planet Jupiter memiliki ukuran yang sangat besar bahkan jika dibandingkan dengan gabungan dari planet planet lain yang ada pada tata surya, planet Jupiter juga masih lebih besar dibandingkan dengan gabungan planet planet tersebut. Maka dari itu sudah sangat jelas jika Jupiter merupakan planet yang terbesar di dalam tata surya.

Sabtu, 01 Agustus 2015

Nama Planet Dalam Tata Surya

Nama planet dalam tata surya – Kita semua mungkin sudah sering sekali mendengar kata tata surya. Apakah yang disebut dengan tata surya? Tata surya adalah kumpulan beberapa benda benda langit yang terdiri atas satu buah bintang yang dikenal dengan sebutan matahari dan juga semua jenis obyek yang ada di dalamnya yang ikut serta dalam peristiwa gravitasi. Planet adalah satu anggota dari tata surya. Planet yang ikut dalam anggota tata surya itu sendiri berjumlah delapan buah yang terdiri dari planet bagian luar dan juga planet bagian dalam. Nah, kali ini saya akan membahas anggota tata surya yang satu ini yaitu planet khususnya tentang nama nama planet yang termasuk dalam jenis tata surya. Apa saja nama planet dalam tata surya tersebut? Semua akan dijelaskan pada penjelasan berikut ini.

Sebelum saya bahas lebih lanjut mengenai nama planet dalam tata surya, terlebih dahulu saya jelaskan tentang pengertian planet. Planet adalah salah satu anggota tata surya berupa sebuah benda yang gelap yang bisa mengorbit matahari. Planet itu sendiri bekerja untuk mengelilingi bintang dan sisa bintang. Planet yang merupakan salah satu anggota dari tata surya memiliki sebuah massa yang sangat berguna untuk membuat gaya gravitasinya sendiri. Lalu apa saja nama planet yang termasuk dalam anggota tata surya tersebut?

Nama planet tata surya

Pada beberapa penjelasan di artikel yang sudah saya buat sebelumnya, saya telah banyak membahas tentang tata surya, komponen tata surya dan sebagainya. Pada artikel yang membahas tentang komponen dari tata surya telah dijelaskan dengan jelas bahwa salah satu komponen dari tata surya adalah planet. Planet planet yang merupakan bagian dari komponen tata surya tersebut memiliki nama nama. Nah, nama planet tata surya tersebutlah yang akan menjadi pokok bahasan saya kali ini. Apa saja nama nama planet dalam tata surya tersebut? Saya akan menjawabnya di penjelasan yang ada di bawah ini.

Nama planet dalam tata surya

Pada uraian kali ini saya akan menjawab pertanyaan diatas tentang nama nama planet dalam tata surya. Berikut adalah nama nama planet yang ada dalam tata surya : 
  1. Merkurius. Planet merkurius merupakan sebuah planet yang memiliki jarak paling dekat dengan matahari
  2. Venus. Planet yang kedua ini, merupakan salah satu jenis planet yang paling panas di tata surya meskipun jarak nya dengan matahari berada pada urutan yang ke dua
  3. Bumi . bumi mempunyai diameter kira kira12,756km, dan memiliki 1 buah satelit yang disebut Bulan.
  4. Mars. Mars memiliki ukuran seperdua atau setengahnya bumi. 
  5. Jupiter. Jupiter adalah planet yang paling besar dalam tata surya.
  6. Saturnus. Saturnus merupakan jenis planet yang memiliki cincin.
  7. Uranus. Uranus merupakan jenis planet yang memiliki gas. 
  8. Neptunus. Neputus adalah jenis planet yang jaraknya paling jauh pada urutan planet gas.

Rabu, 18 Maret 2015

Pengertian Kapilaritas dan Contoh Kapilaritas dalam Kehidupan Sehari-hari

Pengertian kapilaritas
Contoh Peristiwa Kapilaritas

Dalam fisika kapilaritas diartikan sebagai gejala naiknya zat cair melalui celah sempit atau pipa rambut. Celah sempit atau pipa rambut disebut sebagai pipa kapiler. kapilaritas disebabkan oleh adanya gaya adhesi dan gaya kohesi antara zat cair dengan dinding pipa kapiler sehingga jika pembuluh kaca masuk ke dalam zat cair menyebabkan permukanan zat cair menjadi tidak rata atau tidak sama.

Pengaruh gaya adesi dan kohesi terhadap kapilaritas
Zat cair akan naik ke dalam pipa kapiler apabila zat cair membasahi tabung yaitu ketika gaya adhesi zat cair lebih besar daripada gaya kohesi. Hal ini disebabkan gaya tegangan permukaan sepanjang dinding tabung bekerja ke arah atas. Ketinggian maksimum terjadi pada saat gaya tegangan permukaan setara atau sama dengan berat zat cair yang berada dalam pipa kapiler. Permukaan zat cair akan turun apabila zat cair tidak membasahi tabung yaitu pada saat gaya kohesi lebih besar daripada gaya adesi.

Ketika permukaan zat cair naik di dalam pipa kapiler sudut kontak yang terbentuk kurang dari 90 ⁰ dan ketika permukaan zat cair turun di dalam pipa kapiler maka sudut kontak yang terbentuk lebih dari 90⁰. Sudut kontak merupakan sudut yang terbentuk oleh lengkungan. Kohesi merupakan gaya tarik menarik antara molekul-molekul dalam zat sejenis. Adesi merupakan gaya tarik menarik antara molekul-molekul zat yang tidak sejenis.

Contoh kapilaritas dalam kehidpuan sehari-hari

a. Menetesnya air pada ujung kain ataupun ujung kertas.
b. Naiknya minyak tanah melalui sumbu pada kompor minyak tanah
c. Naiknya minyak pada sumbu lampu minyak.
d. Meresapnya air melalui dinding.
e. Naiknya air dan zat hara melalui akar pada tumbuhan hijau
f. Menyebarnya tinta di atas permukaan kertas
g. Air yang menggenag dapat diserap oleh kain pel maupun spons.

Manfaat kapilaritas
Peristiwa kapilaritas memberikan beberapa manfaat bagi makhluk hidup, diantaranya :
a. Pada manusia
Hemoglobin akan mengambil oksigen dari paru paru dan akan dilepaskan pada saat sel darah merah (eritrosit) melewati pembuluh kapiler
b. Pada ikan
Filamen pada pembuluh darah insang mengandung pembuluh kapiler untuk memudahkan proses pertukaran oksigen dan karbondioksida.
c. Pada tumbuhan
Rambut akar dan batang tumbuhan terdiri dari pembuluh kapiler sehingga air dan zat hara dari dalam tanah akan naik menuju batang, dahan, dan ranting tumbuhan.

Kerugian kapilaritas
a. Dinding rumah menjadi retak karena pori pori dinding menyerap air dalam tanah
b. Lumut yang menempel pada dinding,
c. Cat pada dinding rumah menjadi rusak karena air yang diserap oleh dinding
Demikianlah sekilas tentang pengertian dan aplikasi kapilaritas, semoga bermanfaat.

Selasa, 17 Maret 2015

Aplikasi GLB dan GLBB dalam Kehidupan Sehari-hari


Pengertian GLB
Gerak lurus beraturan (GLB) di definisikan sebagai gerak benda pada lintasan lurus dimana kelajuan benda selama bergerak selalu tetap sehingga benda akan menempuh jarak yang sama dalam selang waktu yang sama.

Aplikasi GLB dalam kehidupan sehari-hari :
a. Kendaraan yang melintasi jalan tol
b. Gerakan kereta api ataupun kereta apilistrik (KRL) yang melintasi rel
c. Pesawat terbang setelah lepas landas bergerak dengan kelajuan tetap

Pengertian GLBB
Gerak lurus berubah beraturan (GLBB) di definisikan sebagai gerak pada lintasan lurus dengan perubahan kecepatan yang tetap terhadap selang waktu yang sama sehingga nilai percepatannya tetap. Pada GLBB perubahan kecepatan benda dapat bertambah atau berkurang sehingga menyebabkan benda menjadi berhenti.

Jenis-jenis GLBB
GLBB dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu :
a. GLBB dipercepat
Jika kelajuan benda bertambah secara konstan dalam selang waktu yang sama sehingga percepatan benda konstan. Misalnya pada detik pertama kelajuan kelinci 1 m/s, pada detik kedua kelajuannya menjadi 2 m/s dan pada detik ketiga menajdi 3 m/s.
b. GLBB diperlambat
Jika kelajuan benda berkurang secara konstan dalam selang waktu yang sama dan pada akhirnya benda menjadi berhenti. Misalnya : pada detik pertama kelajuan sepeda 15 m/s kemudian sepeda direm pada detik kedua kelajuannya menjasi 10 m/s, pada detik ketiga menjadi 5 m/s dan pada detik keempat 0 m/s dan sepeda berhenti. Nilai percepatan benda menjadi negatif atau biasa disebut perlambatan.

Aplikasi GLBB dalam kehidupan sehari-hari :
Ada banyak kejadian dalam keseharian kita yang merupakan aplikasi dari GLLB. Gerakan benda dalam melakukan GLBB dibedakan gerak jatuh bebas dan gerak vertikal.
Berikut aplikasi GLBB :

a. Gerak jatuh bebas
Gerak jatuh bebas adalah gerak benda dengan kelajuan awal nol atau tanpa kecepatan awal. Gerak jatuh bebas dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi sehingga percepatan benda selama bergerak sama dengan percepatan gravitasi bumi.
Contoh : buah apel yang sudah masak jatuh ke bawah akibat tertarik oleh gaya gravitasi bumi. selama bergerak jatuh ke bawah besar percepatan buah apel sama dengan percepatan gravitasi bumi.

b. Gerak vertikal
Gerak vertikal adalah gerak benda pada lintasan lurus dimana benda mempunyai kelajuan awal pada bergerak atau kelajuan awal benda tiak sama dengan nol .Gerak vertikal dibedakan menjadi dua jenis yaitu :
1. Gerak vertikal ke bawah
Gerak benda pada lintasan lurus ke arah bawah dengan kelajuan awal tertentu. Contoh : Eca menjatuhkan koin ke arah bawah dari puncak menara dengan kelajuan 2 m/s.
2. Gerak vertikal ke atas
Gerak benda pada lintasan lurus ke arah atas dengan kelajuan awal tertentu. Contoh : Danu melempar batu ke atas dengan kelajuan awal 5 m/s.
Demikianlah pengertian dan aplikasi GLB dan GLBB dalam kehidupan sehari-hari, semoga bermanfaat.

Minggu, 15 Maret 2015

Besaran Pokok dan Besaran Turunan beserta Satuannya

Pengertian besaran dalam fisika
Di dalam fisika besaran dirtikan sebagai sesuatu yang dapat diukur atau dihitung dan mempunyai nilai (besar) yang dinyatakan dengan angka dan satuan. Contoh besaran  : massa, kecepatan, panjang.

Pengertian satuan dalam fisika
Di dalam fisika satuan diartikan sebagai suatu pembanding di dalam kegiatan pengukuran suatu besaran.

Jenis-jenis satuan
a. Satuan baku : merupakan suatu pembanding yang memberikan hasil yang sama apabila dilakukan oleh beberapa orang. Contoh satuan baku : m, cm, kg, gram, dll.
b. Satuan tidak baku : merupakan suatu pembanding yang akan memberikan haasil berbeda apabila dilakukan oleh beberapa orang. Contoh : jangkal, hasta, kaki, yard
Misalnya Tina dan Tino mengukur panjang buku yang sama menggunakan penggaris dan jengkal tangan masing-masing. Tina dan menyatakan jika panjang buku 20 cm dan 1.5 jengkal tangannya, sedangkan Tino menyatakan panjang buku 20 cm dan 1.25 jengkal tangannya. Jengkal tangan memberikan hasil yang berbeda jika pengukuran dilakukan oleh orang yang berbeda.

Satuan internasional (SI) merupakan satuan yang telah disepakati secara Internasional dan digunakan oleh berbagai negara.
Syarat SI :
a. Bersifat Internasional sehingga dapat digunakan oleh berbagai negara
b. Mudah ditiru
c. Bersifat tetap
Satuan Internasional meliputi meter sebagai satuan panjang, kilogram sebagai satuan massa dan sekon sebagai satuan waktu sehingga satuan SI juga disebut satuan MKS (m.kg,s).

Jenis-jenis besaran
Besaran-besaran di dalam fisika, dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu :
a. Berdasarkan nilai dan arahnya besaran dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu :
1. Besaran skalar
Besaran skalar adalah besaran yang hanya mempunyai nilai (besar) saja dan tidak mempunyai arah. Contoh besaran skalar : massa, waktu, suhu, luas,volume
2. Besaran vektor
Besaran vektor adalah besaran yang mempunyai nilai dan mempunyai arah. Sesuai kesepakatan apabila besaran vektor tersebut arahnya ke kiri dan ke bawah maka besaran tersebut bernilai negatif (-) sedangkan apabila besaran vektor tersebut arahnya ke kanan dan ke atas maka besaran tersebut bernilai positif (+)
Contoh besaran vektor : kecepatan, percepatan, gaya.

b. Berdasarkan satuannya besaran dibedakan menjadi 2 janis, yaitu :
1. Besaran pokok
Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah ditetapkan atau didefinisikan terlebih dahulu. Ada 7 besaran pokok di dalam fisika. Besaran pokok beserta satuannya seperti yang ditunjukkan pada tabel di bawah ini.


2. Besaran turunan
Besaran turunan adalah besaran yang satuannya diturunkan dari satuan besaran pokok. Contoh besaran turunan beserta satuannya seperti yang ditunjukkan pada tabel di bawah ini 


Kecepatan diturunkan dari besaran panjang dan waktu. Yaitu panjang lintasan yang ditempuh dalam selang waktu tertentu, sehingga satuan kecepatan m/s.
Demikianlah sekilas tentang besaran dan satuannya, semoga bermanfaat.

Jumat, 13 Maret 2015

Bunyi Hukum Archimedes


Hukum Archimedes merupakan salah satu hukum fisika yang masih berhubungan dengan tekanan hidrostatis. Hukum Archimedes membahas tentang gaya apung atau gaya ke atas dan gaya berat suatu benda terhadap fluida ztau zat cair tempat benda itu berada.

Bagaimana asal mula penemuan hukum Archimedes ?
Arcimedes adalah seorang insinyur dan ilmuwan berkebangsaan Italia yang hidup pada 2 abad sebelum masehi. Pada saat itu raja memerintahkan Arcimedes untuk melakukan penyelidikan apakah mahkota yang digunakan raja terbuat dari logam asli atau logam palsu dengan syarat tidak merusak mahkota tersebut. Archimedes mendapat inspirasi ketika sedang berendam. Ketika Archimedes masuk ke dalam bak air untuk berendam ada sebagian air yang keluar dari bak tempat ia berendam. Dari situlah Archimedes mendapat ide lalu berteriak “eureka” yang artinya aku menemukan. Untuk mengekspresikan kegembiraannya Arhimedes langsung berlari keluar rumah tanpa memakai sehelai kainpun yang menutupi tubuhnya.

Archimedes membuat kesimpulan bahwa “apabila seluruh atau sebagian permukaan benda dimasukkan atau dicelupkan ke dalam suatu zat cair maka benda tersebut akan mengalami suatu gaya ke atas yang sama besar dengan berat zat cair yang dipindahkannya” pernyataan tersebut kemudian dikenal dengan bunyi hukum Archimedes.

Hukum Archimedes dirumuskan :


Akibat bunyi hukum Archimedes tersebut maka ketika suatu benda dimasukkan ke dalam suatu zat cair, benda tersebut mungkin akan terapung atau berada di atas permukaan zat cair. Benda juga dimungkinkan akan melayang yaitu berada ditengah-tengah zat cair atau benda akan tenggelam yaitu berada di dasar zat cair. Kapan dan mengapa benda dapat terapung, melayang dan tenggelam ? berikut urainanya :
a. Benda akan terapung jika massa jenis benda lebih kecil daripada massa jenis zat cair tempat benda tersebut berada.
Contoh : gabus akan terapung di atas permukaan ar karena massa jenis gabus lebih kecil dari massa jenis air.
b. Benda akan melayang jika massa jenis benda sama dengan massa jenis zat cair tempat ia berada.
Contoh : telur ayam akan melayang jika dimasukkan ke dalam air garam karena massa jenis telur ayam sama dengan massa jenis air garam.
c. Benda akan tenggelam jika massa jenis benda lebih besar daripada massa jenis zat cair tempat benda tersebut berada.
Contoh : paku akan tenggelam ketika dimasukkan ke dalam air karena massa jenis paku lebih besar daripada massa jenis air.



Demikianlah sekilas tentang hukum Archimedes, semoga bermanfaat.

Senin, 09 Maret 2015

Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari


Pernahkah kamu melihat gerhana matahari dan gerhana bulan ? gerhana merupakan fenomena alam yang diakibatkan oleh pergerakan bumi dan bulan. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa bulan bergerak mengelilingi bumi dan bersama sama dengan bumi, bulan bergerak mengelilingi matahari. Bulan dan bumi merupakan benda langit yang tidak memancarkan cahaya sendiri, tetapi memantulkan cahaya matahari. Karena bumi dan bulan berbentuk bulat maka hanya sebagian permukaan bumi dan bulan saja yang mendapat cahaya matahari, sedangkan bagian yang lain akan terbentuk bayangan. Ada dua jenis bayangan yang dibentuk yaitu umbra dan penumbra. Umbra adalah bayangan inti yang sangat gelap, sedangkan penumbra adalah bayangan semu yang terbentuk disekitar bayangan inti.

Seperti yang sudah disebutkan di atas gerhana merupakan suatu fenomena alam.
Ada dua jenis gerhana, yaitu gerhana bulan dan gerhana matahari.
1.Gerhana Bulan
Gerhana bulan terjadi apabila matahari, bumi dan bulan berada pada satu garis lurus. Gerhana bulan terjadi saat malam hari pada fase bulan purnama. Gerhana bulan terjadi karena cahaya matahari yang diterima bulan terhalang oleh bumi sehingga posisi bulan berada di dalam bayang-bayang bumi. bayang-bayang bumi dibedakan menjadi umbra dan penumbra.

Gerhana bulan dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu
:
a. Gerhana bulan total
Gerhana bulan total atau gerhana bulan sempurna terjadi jika posisi bulan berada pada bayangan inti (umbra) bumi sehingga seluruh permukaan bulan tertutup oleh bayangan bumi. Gerhana bulan total berlangsung selama ±1 jam 40 menit.
b. Gerhana bulan sebagian
Gehana bulan sebagian atau gerhana bulan parsial terjadi jika hanya sebagian permukaan bulan masuk ke dalam bayangan inti (umbra) bumi dan bulan bergerak masuk ke dalam daerah penumbra bumi.

2.Gerhana Matahari
Gerhana matahari terjadi jika matahari, bulan dan bumi berada pada satu garis lurus. Gerhana matahari terjadi pada siang hari dan pada fase bulan baru atau bulan mati. Gerhana matahari terjadi karena cahaya matahari yang seharusnya diterima oleh bumi terhalang oleh bula sehingga bagian bumi menjadi gelap. Karena ukuran bulan lebih kecil daripada bumi maka hanya sebagian tempat dibumi yang mengalami gerhana matahari.


Gerhana matahari dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu :
a.Gerhana matahari total
seperti yang sudah disebutkan di atas, hanya sebagian tempat dibumi yang mengalami gerhana matahari. Gerhana matahari total hanya akan terjadi di permukaan bumi yang terkena bayangan umbra bulan. Terjadinya gerhana matahari total selalu diawali dan diakhiri oleh gerhana matahari sebagian.
b.Gerhana matahari sebagian
gerhana matahari sebagian hanya akan terjadi di permukaan bumi yang terkena bayangan penumbra bulan.
c.Gerhana matahari cincin
gerhana matahari cincin hanya akan terjadi di permukaan bumi yang terkena lanjutan dari bayangan umbra bulan. Hal ini disebabkan karena posisi bulan berada pada titik terjauhnya dari bumi.

demikianlah seklas tentang gerhana bulan dan gerhana matahari, semoga bermanfaat.

Sabtu, 07 Maret 2015

Galaksi dan ciri-cirinya


Galaksi merupakan kumpulan dari beberapa tatasurya dan bintang. Galaksi juga diartikan sebagai sistem perbintangan yang terdiri dari milyaran bintang dan benda langit lainnya yang beredar mengelilingi pusat galaksi secara teratur. Jarak bintang dalam satu galaksi ribuan tahun cahaya, semakin mendekati pusat galaksi jarak bintang semakin dekat.

Secara umum, galaksi mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
a. galaksi mempunyai inti dari sebuah sistem galaksi
b. sistem galaksi melakukan rotasi
c. masing-masing galaksi mempunyai bentuk tertentu
d. jarak antar galaksi jutaan tahun cahaya

Ada dua teori yang mengemukakan proses terbentuknya Galaksi, yaitu :
a. Teori Top-Down
Teori top down mengemukakan pada mulanya galaksi terbentuk dari awan gas yang besar dan padat. Awan tersebut kemudian terpecah membentuk galaksi melalui suatu proses kontraksi awan gas. Bintang bintang terbentuk dari proses kontraksi awan yang dipengaruhi oleh gaya gravitasi
b. Teori Botton-Up
Teori Botton-up mengemukakan pada mulanya galaksi terbentuk bagian-bagian awan kecil yang bersatu menjadi besar akibat adanya gaya gravitasi.

Bentuk-bentuk galaksi :



a. Elips
sekitar 20 % galaksi yang ada di jagad raya berbentuk elips. Struktur galaksi berbentuk elips tidak telihat dengan jelas.
c. Spiral
Sekitar 75 % galaksi di jagad raya berbentuk spiral. Galaksi spiral terdiri dari bintang tua dan bintang muda. Galaksi spiral berotasi lebih cepat dibanding galaksi yang lain.
c. Tak Beraturan
Hanya 5 % galaksi yang bentuknya tidak beraturan. Galaksi tak beraturan terdiri dari bintang tua dan bintang muda.

Ada jutaan galaksi yang terdapat di alam semesta. Berikut beberapa galaksi diantranya :
Galaksi bimasakti
Bumi yang kita tempati merupakan bagian dari galaksi bimasakti.
Ciri-ciri galaksi bimasakti (galaksi milky way) :
1. Galaksi Berbentuk spiral
2. Garis tengah galaksi bimasakti sekitar 100.000 tahun cahaya
3. Galaksi bimasakti berotasi pada intinya
4. Galaksi bimasakti tampak seperti kepingan cakram

Galaksi Magellan
Ciri – ciri galaksi Magellan:
a. Berjarak kira – kira 150.000 tahun cahaya dari galaksi mimasakti.
b. Merupakan salah satu galaksi terdekat dari Galaksi Bimasakti.
c. Sebagian kabut Galaksi Magellan masuk kedalam gugus Bimasakti.

Galaksi Andromeda
Ciri – ciri galaksi Andromeda :
a. Berjaraknya 2.000.000 tahun cahaya dari Galaksi Bimasakti.
b. Berbentuk spiral
c. Inti galaksi andromeda sangat terang dan dikelilingi bintang dengan spektrum warna merah jambu.
d. Spiral Galaksi Andromeda berwarna biru tua karena terdsusun dari bintang bintang yang bermassa besar.

Galaksi Dolar Perak (Silver coin atau Scluptor atau NGC 253)

Ciri – ciri galaksi dolar perak :
a. Berjaraknya 13.000.000 tahun cahaya dari Galaksi Bimsakti.
b. Galaksi dolar perak berbentuk spiral pipih.

Galaksi Roda Bitu (Blue Pin Wheel)
Ciri – ciri galaksi roda biru :
a. Berjarak 2 tahun cahaya dari Galaksi Bimasakti.
b. Berbentuk spiral kecil.
c. Galaksi rodabiru merupakan galaksi kecil yang dekat dengan bumi, sehingga bintang-bintang anggota galaksi rodabiru dapat diamati astronom dengan jelas..

Galaksi Pusaran Air
Ciri – ciri galaksi pusaran air :
a. Berjaraknya 14.000.000 tahun cahaya dari Galaksi Bimasakti.
b. Bagian tengah galaksi pusaran air terdapat bintang yang sangat terang.
c. Galaksi pusaran air berbentuk spiral

Galaksi Ursa Mayor
Ciri – ciri galaksi ursa mayor :
a. Berjaraknya 10.000.000 tahun cahaya dari Galaksi Bimasakti.
b. Galaksi ursa mayor berbentuk elips dan rapat.

Galaksi Sombrero (M104 atau NGC4594)
Ciri – ciri galaksi Sombreno
a. Berjaraknya 28.000.000 dari Galaksi Bimaksakti.
b. Galaksi sombreno berbentuk spiral
c. Terletak diantara rasi bintang virgo.
d. Inti galaksi sombreno sangat terang.

Galaksi Supernova 1987A
Ciri – ciri galaksi supernova:
a. Galaksi supernova 1987A mempunyai cincin
b. Galaksi supernova 1987A mempunyai satu bintang yang sangat terang

The Whir Pool Galaxy (M51a atau NGC 5194)

Ciri – ciri The Whir Pool Galaxy (M51a atau NGC 5194) :

a. Berjaraknya kira 234.000.000 tahun cahaya dari Galaksi Bimasakti.
b. The Whir Pool Galaxy (M51a atau NGC 5194) berbentuk spiral
c. The Whir Pool Galaxy (M51a atau NGC 5194) dapat diamati menggunakan teropong biasa

Galaksi Mata Hitam (Black Eye)
Ciri – ciri galaksi mata hitam :
a. Berjaraknya 17.000.000 tahun cahaya dari Galaksi Bimasakti.
b. Inti galaksi mata hitam terang tetapi cincinnya berkabut gelap
c. Galaksi Mata hitam berbentuk spiral.

Kamis, 05 Maret 2015

Pengertian Revolusi Bumi dan Akibat Revolusi Bumi


Pengertian Revolusi Bumi
Selain berputar pada porosnya atau berotasi, bumi juga berputar mengelilingi matahari yang disebut revolusi bumi. waktu yang diperlukan untuk melakukan satu kali revolusi disebut kala revolusi. Kala revolusi bumi 365 ¼ hari atau biasa disebut 1 tahun masehi. Daerah yang ditempuh atau dilewati bumi ketika melakukan revolusi disebut bidang ekliptika. Sama halnya dengan rotasi bumi, revolusi bumi juga tidak dapat dirasakan oleh manusia tetapi hanya dapat dirasakan akibatnya.

Berikut akibat revolusi bumi :

1. Terjadinya gerak semu tahunan matahari


Matahari tidak selalu terlihat berada di daerah khatulistiwa, tetapi kadangkala berada pada daerah utara khatlistiwa dan daerah selatan khatulistiwa. Matahari seolah-olah tepat berada di daerah khatulistiwa pada tanggal 21 maret kemudian matahari seolah-olah bergerak ke utara dan setelah mencapai 23.5⁰ Lintang Utara atau garis balik utara pada 21 juni matahari seolah-olah bergerak kembali ke khatuistiwa. Pada 23 september matahari seolah-olah berada di daerah khatulistiwa dan matahari seolah-lah bergerak keselatan dan setelah mencapai 23.5⁰Lintang Selatan atau garis balik selatan pada 22 Desember, matahari akan kembali bergerak menuju khatulistiwa.

2. Terjadinya perbedaan lamanya waktu siang dan malam
ketika berevolusi sumbu bumi miring 23.5⁰ yang disebut sudut inklinasi. Ada kalanya bagian utara bumi lebih condong atau miring sehingga solah-olah matahari berada di bagian utara khatulistiwa bumi. hal ini menyebabkan bagian utara bumi lebih banyak mendapat sinar matahari sehingga lebih lama mengalami waktu siang sedangkan bagian selatan khatulistiwa lebih sedikit mendapat sinar matahari sehingga lebih lama mengalami waktu malam. Begitupun sebaliknya ketika bagian selatan bumi condong ke matahari maka bagian selatan khatulistiwa bumi akan lebih banyak mendapat sinar matahari dan mengalami siang yang lebih lama.

3. Terjadinya pergantian musim
Selain mengakibatkan gerak semu tahunan matahari dan perbedaan lamanya waktu siang dan malam. Revolusi bumi juga menyebabkan terjadinya pergantian musim.
a. Pada 21 Maret - 21 Juni, belahan bumi utara mengalami musim semi sedangkan belahan bumi selatan mengalami musim gugur.
b. Pada 21 Juni – 23 September, belahan bumi utara mengalami musim panas sedangkan belahan bumi selatan mengalami musim dingin.
c. Pada 23 September – 22 Desember, belahan bumi utara mengalami musim gugur sedangkan belahan bumi selatan mengalami musim semi.
d. Pada 22 Desember – 21 maret, belahan bumi utara mengalami musim dingin sedangkan belahan bumi selatan mengalami musim panas.



4. Terlihatnya rasi bintang yang berbeda-beda
Rasi bintang merupakan sekumpulan bintang-bintang yang membentuk pola-pola tertentu dilangit. Bumi yang terus berevolusi menyebabkan pengamat di bumi melihat bintang dari arah yang berbeda. Pada saat matahari berada di sebelah matahari pengamat dibumi hanya dapat melihat rasi bintang yang berada di sebelah timur matahari. Misalnya pada bulan Februari akan terlihat rasi bintang Aquarius sedangkan rasi bintang Leo akan terlihat pada bulan Agustus.

Demikianlah sekilas tentang pengertian revolusi bumi dan akibat revolusi bumi, semoga bermanfaat.

Selasa, 03 Maret 2015

Hukum Keppler tentang Gerak Planet


Hukum keppler membahas tentang gerak planet ketika melakukan revolusi, yaitu gerakan planet mengelilingi matahari. Hukum Keppler di dasari oleh pengamatan yang dilakukan Ticho Brahe . Ticho Brahe melakukan penelitian untuk mengamati gerak-gerak planet selama bergerak mengelilingi matahari di ruang angkasa. Keppler merupakan seorang matematikawan yang paling termasyur di jamannya. Pendapat Keppler tantang gerak planet mendukung teori heliosentris yang dikemukakan oleh Copernicus. Pendapat Keppler tersebut dikenal dengan hukum Keppler.

gambar 1
Menurut Keppler lintasan planet mengelilingi matahari tidak berbentuk lingkaran sempurna, melainkan berbentuk elips. Pernyataan tersebut dikenal sebagai hukum I keppler. Bunyi hukum I Keppler “ lintasan yang ditempuh oleh sebuah planet ketika bergerak mengelilingi matahari berbentuk elips, dan matahari terletak sebagai titik fokus atau pusatnya”. Untuk lebih memahami hukum I Keppler, perhatikan gambar 1. 

Dari bunyi hukum I Keppler dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa :
a. jarak antara planet dan matahari tidak tetap. Jarak terpendek antara planet dan matahari disebut perihelium, sedangkan jarak terjauh antara planet dan matahari disebut aphelium.
b.  matahari berperan sebagai penyeimbang dari semua orbit planet di tatasurya.

Jika hukum I Keppler menjelaskan tentang orbit planet, hukum II Keppler menjelaskan tentang kecepatan planet ketika mengorbit matahari. Bunyi hukum II Keppler “ sebuah planet akan menyapu luasan yang sama dalam selang waktu yang sama ketika bergerak mengelilingi matahari”. Untuk lebih memahami hukum  II Keppler perhatikan gambar 1. Luas yang ditempuh ketika planet bergerak dari A ke B akan sama dengan luas yang ditempuh ketika planet bergerak dari C ke D. Waktu yang diperlukan oleh planet untuk bergerak dari A ke B akan sama dengan waku yang diperlukan untuk bergerak dari C ke D. ketika planet berada dekat dengan matahari (perihelium) planet bergerak cepat dan ketika planet berada jauh dari matahari planet bergerak lebih lambat (aphelium).

Hukum III Keppler menjelaskan tentang hubungan antara jarak planet dari matahari dengan periode planet mengelilingi matahari. Hukum III Keppler berbunyi “kuadrat periode sebuah planet mengelilingi matahari akan berbanding lurus dengan pangkat tiga jarak rata-rata planet dari matahari”

Hukum III Keppler dirumuskan :


Dimana :
T1 = periode planet 1
T2 = periode planet 2
R1= jarak rata-rata planet 1 dari matahari
R2 = jarak rata-rata planet 2 dari matahari

Demikianlah sekilas tentang hukum keppler, semoga bermanfaat.

Minggu, 01 Maret 2015

Suhu dan Kalor

Pengertian Suhu
Masih ingatkah dengan besaran-besaran pokok ? iya, suhu merupakan salah satu dari tujuh besaran pokok. Dalam fisika suhu atau temperatur di definisikan sebagai suatu besaran fisis yang menyatakan panas dinginnya suatu benda. Suhu dapat diukur dengan menggunakan termometer. Satuan suhu bermacam macam ada celsius, kelvin, reamur, fahrenheit.satuan suhu dalam sistem SI adalah kelvin.

Alat ukur suhu
Seperti yang sudah disebutkan di atas suhu dapat diukur menggunakan termometer. Termometer pertama kali dibuat oleh seorang ilmuwan dari Italia yang bernama Galileo Galilei. Pembuatan termometer menggunakan prinsip perubahan volume. Termometer menggunakan air raksa atau alkohol, karena warnanya mengkilat sehingga mudah dibaca dan tidak membasahi dinding termometer.

Ada beberapa jenis termometer yaitu :
1. Termometer Laboratorium
Termometer laboratorium digunakan untuk mengukur suhu air yang sedang dipanaskan maupun didinginkan. Termometer leboratorium menggunakan raksa. Termometer laboratorium banyak dijumpai di laboratoium. Skala termometer laboratorium 0⁰C sampai 100⁰C
2. Termometer Ruang
Termometer ruang digunakan untuk mengukur suhu di dalam ruangan. Skala termometer ruang -50⁰C sampai 50⁰C
3. Termometer Klinis
Termometer klinis digunakan untuk mengukur suhu badan. Penggunaan termometer ini biasanya dijepit diketiak atau siku. Termometer klinis menggunakan air raksa.
4. Termometer Six-Bellani
Thermometer Six-bellani digunakan untuk mengukur suhu tertinggi dan suhu terendah dalam selang waktu tertentu. Termometer ini juga disebut termometer maxsimum minimum.

Skala pada temometer :
1. Termometer skala Celsius
Titik didih air pada termometer ini 100°C sedangkan titik bekunya 0°C.
2. Temometer skala Reamur
Titik didih air pada termometer ini 80°R sedangkan titik bekunya 0°R
3. Termometer skala Fahrenheit
Titik didih air pada termometer ini 212°F sedangkan titik bekunya 32°F.
4. Termometer skala Kelvin
Titik didih air pada termometer ini 373,15 K sedangkan titik bekunya 273,15 K
Perbandingan skala suhu celsius : reamur : fahrenheit = 5 : 4 : 9
termometer dan skalanya
Pengertian kalor
Kalor atau panas dalam fisika didefinisikan sebagai energi yang mengalir dari benda bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu lebih rendah. Satuan kalor dalam SI adalah Joule. Satuan kalor lainnya adalah kalori.
1 kalori = 4.2 joule dan 1 joule = 0.24 kalori.

Pengaruh kalor terhadap benda.
Kalor yang mengalir pada suatu benda akan memberikan beberapa pengaruh. Berikut pengaruh kalor terhadap benda :
a. Pengaruh kalor terhadap suhu benda
Kalor yang diterima atau dilepaskan oleh suatu benda akan menyebabkan suhu benda berubah. Benda yang melepas kalor suhunya akan berkurang sedangkan benda yang menerima kalor suhunya akan meningkat.
b. Pengaruh kalor terhadap wujud benda
Selain menyebabkan perubahan suhu terhadap suatu benda yang melepas ataupun menerimanya, kalor juga menyebabkan benda berubah wujud. Masih ingatkah apa saja perubahan wujud benda ? ada 6 perubahan wjud dalam fisika yaitu melebur atau mencair, membeku, menguap, mengembun, mengkristal dan menyublim.

Demikianlah sekilas tentang suhu dan kalor, semoga bermanfaat.

Jumat, 27 Februari 2015

Perpindahan Kalor dalam Kehidupan sehari-hari


Perpindahan kalor menjadi menarik untuk dibicarakan, karena dalam kehidupan sehari-hari kita tidak bisa lepas dari energi kalor.

Dalam fisika kalor atau panas di definisikan sebagai suatu bentuk energi yang dapat mengalir dari benda bertemperatur tinggi menuju benda bertemperatur lebih rendah. Perpindahan kalor ada tiga cara yaitu dengan pancaran atau radiasi, dengan hantaran atau konduksi, maupun dengan aliran atau konveksi.
perpindahan kalor
Pernahkah kamu merebus air menggunakan tungku ?saat merebus air, air yang awalnya dingin setelah dipanaskan beberapa saat akan menjadi panas. Bukan hanya air yang menjadi panas tetapi panci yang digunakan untuk merebus air juga ikut panas. Dan kalau kamu berada dekat dengan tungku badanmu juga akan merasa panas. Pernahkah kamu berfikir mengapa hal itu dapat terjadi ?

Seperti yang sudah dijelaskan di atas kalor mengalir dari benda bertemperatur tinggi menuju benda yang bertemperatur lebih rendah. Kamu dapat merasakan panas ketika berada di dekat tungku karena panas dari api dipancarkan ke segala arah yang disebut perpindahan kalor secara radiasi. Perpindahan kalor secara radiasi diartikan sebagai perpindahan kalor tanpa memerlukan zat perantara karena kalor dipancarkan secara langsung oleh sumbernya. Contoh lain dari perpindahan kalor secara radiasi ialah panas matahari sampai ke bumi, panas dari nyala api unggun.

Panci yang digunakan untuk merebus air juga lama kelamaan menjadi panas karena adanya peristiwa konduksi atau hantaran . Konduksi diartikan sebagai perpindahan kalor dimana hanya energi panasnya saja yang berpindah sedangkan molekul zat perantaranya tetap. Konduksi dapat terjadi pada zat padat. Benda benda yang menghantarkan kalor atau panas disebut konduktor. Contoh konduktor aluminium tembaga, besi dan bahan logam lainnya. Sedangkan benda benda yang sulit menghantarkan kalor disebut isolator. Contoh isolator plastik, kayu, karet, karpet. Contoh peristiwa konduksi lainnya ialah ketika memegang ujung sebuah besi dan ujung yang lain dipanaskan maka lama kelamaan ujung yang dipegang juga akan terasa panas. ketika membuat teh panas, sendok yang dipegang untuk mengaduk ngaduk teh panas juga akan terasa panas.

Air di dalam panci yang awalnya dingin jika dipanaskan lama kelamaan juga akan menjadi panas, karena peristiwa konveksi atau aliran . Konveksi diartikan sebagai perpindahan kalor yang disertai dengan perpindahan molekul zat-zat perantaranya. Peristiwa konveksi tidak hanya terjadi pada zat cair tetapi juga terjadi pada gas. Peristiwa konveksi pada gas dijumpai pada cerobong erobong asap pabrik-pabrik, proses sirkulasi udara dirumah dengan memanfaatkan ventilasi. Peristiwa konveksi pada gas menyebabkan terjadinya angin darat dan angin laut. Angin darat merupakan angin yang berhembus dari darat ke laut dan terjadi pada malam hari. Angin darat dimanfaatkan oleh nelayan untuk berangkat melaut. Sedangkan angin laut merupakan angin yang berhembus dari laut ke darat dan terjadi pada siang hari. Angin laut dimanfaatkan nelayan untuk kembali ke darat.
Demikianlah sekilas tentang perpindahan kalor dalam kehidupan sehari-hari, semoga bermanfaat.

Rabu, 25 Februari 2015

Perpindahan Kalor secara Konveksi



Perpindahan kalor ada tiga jenis yaitu perpindahan kalor secara radiasi (hantaran), perpindahan kalor secara konduksi (hantaran) dan perpindahan kalor secara konveksi (aliran). Pada artikel ini hanya akan membahas perpindahan kalor secara konveksi.

Perpidahan kalor secara konveksi ialah perpindahan kalor yang disertai dengan perpindahan molekul-molekul zat perantaranya. Umumnya peristiwa perpindahan kalor secara konveksi terjadi pada zat cair atau fluida dan gas.

Ada dua jenis konveksi yaitu konveksi paksa dan konveksi alami. Konveksi paksa ialah proses perpindahan kalor yang langsung di arahkan ke tujuan. Konveksi paksa menggunakan pompa atau blower.peristiwa konveksi paksa terjadi pada radiator mobil dan proses pertukaran udara pada lemari pendingin. Sedangkan konveksi alami ialah perpindahan kalor yang terjadi secara alami akibat perbedaan massa jenis antara dua benda. Molekul zat yang menerima kalor akan memuai dan massanya jenisnya menjadi lebih ringan sehingga akan bergerak ke atas dan akan digantikan oleh molekul zat yang ada diatasnya. peristiwa konveksi alami terjadi pada saat merebus air. Air yang letaknya dekat dengan api akan mendapat panas sehingga molekul air akan saling bertumbukan dan massa jenisnya lebih ringan, kemudian air akan bergerak ke atas dan digantikan oleh air yang ada di atasnya.

Perpindahan kalor secara konveksi juga mengakibatkan terjadinya angin darat dan angin laut. Angin ialah udara yang mengalir atau udara yang bergerak dan berpindah tempat.

Angin darat ialah angin yang bertiup dari darat menuju laut. Angin darat terjadi pada malam hari. Angin darat terjadi karena udara di darat lebih cepat dingin daripada udara di laut, sehingga udara yang berada di atas laut akan naik dan udara dari darat akan menggantikan posisi udara yang naik tadi. Angin darat dimanfaatkan oleh nelayan untuk pergi mencari ikan di laut. Sedangkan angin laut ialah angin yang bertiup dari laut ke darat. Angin laut terjadi pada siang hari. Angin laut terjadi karena pada siang hari daratan lebih cepat panas daripada lautan sehingga udara di darat akan naik dan udara dilaut akan mengalir ke darat untuk menggantikan tempat udara yang naik tadi. Angin laut dimanfaatkan oleh nelayan utuk pulang ke darat setelah mencari ikan. Itulah mengapa nelayan pergi melaut pada malam hari dan pulang di siang hari. Ternyata peristiwa perpindahan kalor secara konveksi yang menghasilkan angin darat dan angin lautlah yang menyebabkan nelayan melaut ada malam hari dan pulang di siang hari.

Contoh peristiwa konveksi yang lain ialah penggunaan cerobong asap pada pabrik, pemanfaatan ventilasi sebagai sirkulasi udara di dalam rumah

Besar kecilnya kalor yang merambat secarakonveksi dapat dihitung menggunakan persamaan :



Q : kalor (Joule)
t: selang waktu yang diperlukan (s)
H = koefisien konvekssi
A : luas penampang(m2)
ΔT : perbedaan temperatur (K)

Demikianlah sekilas tentang perpindahan kalor secara konveksi, semoga bermanfaat.

Senin, 23 Februari 2015

Perpindahan Kalor secara Konduksi


Perpindahan kalor secara konduksi ialah perpindahan kalor secara hantaran yaitu perpindahan kalor tanpa memindahkan zat perantaranya. Pada peristiwa perpindahan kalor secara konduksi yang berpindah hanya energi kalornya saja. Umumnya perpindahan kalor secara konduksi terjadi pada zat padat.

Agar kamu lebih mudah memahami peristiwa konduksi marilah kita analogikan dengan memindahkan benda secara estafet. Anggaplah benda yang diestafetkan sebagai kalor dan orang yang memindahkannya sebagai mediumnya. Ketika kamu dan teman-temanmu memidahkan benda secara setafet tentu saja yang berpindah hanya bendanya saja sedangkan kamu dan temanmu sebagai perantara tetap diam ditempat. Begitu pula dengan peristiwa konduksi dimana hanya kalor yang berpindah dan mediumnya tetap.

Ketika kamu memegang salah satu ujung batang besi dan ujung lain kamu panaskan, apa yang terjadi ?lama kelamaan ujung yang kamu pegang juga akan terasa panas. Peristiwa tersebut merupakan salah satu contoh perpindahan kalor secara konduksi. Pada perpindahan kalor secara konduksi kalor akan berpindah dari benda bersuhu tinggi menuju benda yang suhunya lebih rendah. Partikel paikel pada benda yang dikenai panas akan bergetar dan bergerak saling menumbuk dengan partikel disebelahnya lagi. sehingga partikel disebelahnya akan mendapat energi panas dan ikut bergetar, begitulah seterusnya hingga ujung yang lain juga ikut menjadi panas.

Konduksi hanya akan berlangsung pada benda-benda konduktor dan tidak dapat berlangsung pada benda isolator. Kondukstor ialah benda yang mudah dialiri panas, umumnya benda konduktor terbuat dari logam, besi, baja sedangkan isolator ialah benda yang sulit dialiri panas. Benda isolator terbuat dari karet, plastik, kayu. Umumnya gagang panci terbuat dari karet atau plastik agar mudah dipegang jika gagang panci terbuat dari logam dapat dipastikan gagang panci akan panas ketika digunakan dan kamu tidak bisa memegangnya.

Peristiwa konduksi juga kamu dapat kamu jumpai pada saat kamu memasak. Pada saat kamu menggoreng ujung spatula yang kamu pegang akan tersa panas walupun ujung itu tidak bersentuhan dengan masakan yang panas.

Setrika listrik merupakan alat yang cara kerjanya menggunakan prinsip perpindahan panas secara konduksi. Ketika setrika dhubungkan dengan arus listrik maka arus listrik akan mengalir melalui elemen pemanas dan membangkitkan panas bagian alas besi yang tebal kemudian pada permukaan dasar setrika akan mengalir panas secara konduksi.

Besar kecilnya  kelajuan kalor pada kondutor  dapat dihitung menggunakan persamaan :


Keterangan:
Q = kalor (joule)
k = koefisien konduski
t = waktu (s)
A = luas penampang (m2)
x = panjang logam (m)
T = Suhu (kelvin)
Demikianlah sekilas tentang perpindahan kalor secara konduksi, semoga bermanfaat.