Kamis, 20 Februari 2014

Metode Pembelajaran Kooperatif

Saat ini banyak sekali metode yang dapat digunakan oleh seorang tenaga pendidik untuk memberikan pendidikan yang berkualitas kepada para peserta didiknya salah satunya adalah dengan memberikan materi pembelajaran kepada para peserta didik menggunakan metode pembelajaran yang sesuai yang disukai oleh para peserta didik. Nah untuk itulah maka pada ulasan berikut ini saya sengaja memberikan sebuah topik bahasan seputar metode pembelajaran yang efektif yang sesuai untuk anda terapkan pada peserta didik. Dan metode pembelajaran tersebut bernama metode pembelajaran kooperatif. Apakah metode pembelajaran kooperatif itu dan apakah metode pembelajaran ini dapat mewujudkan pembelajaran yang efektif? Tak usah berlama-lama lagi, bagi anda yang ingin mengetahui banyak informasi penting tentangnya, anda dapat langsung menemukannya pada ulasan berikut ini.

Metode pembelajaran kooperatif merupakan sebuah metode pembelajaran yang baik untuk diterapkan kepada para peserta didik dalam berbagai situasi. Pada dasarnya pembelajaran kooperatif ini menekankan kepada para peserta didik untuk melakukan kerjasama dalam memecahkan masalah-masalah terkait dengan pembelajaran yang disampaikan oleh tenaga pendidiknya melalui diskusi dengan peserta didik yang lain melalui kelompok. Kelebihan utama dari metode pembelajaran ini adalah dapat mengakomodir para peserta didik dari berbagai macam latar belakang yang berbeda misalkan dari tingkatan prestasi akademik yang berbeda, latar keluarga yang berbeda dan lain-lain sehingga dengannya seain belajar mengenai materi yang ada pada saat pembelajaran mereka juga secara tidak langsung belajar tentang bagaimana berinteraksi sosial.

Dalam metode pembelajaran kooperatif ini ada kalanya seorang tenaga pendidik menyampaikan informasi secara langsung kepada para peserta didiknya. Namun ada kalanya juga mereka membagi para peserta didik ke dalam beberapa kelompok yang berbeda yang dengannya para tenaga pendidik dapat memberikan sebuah permasalahan yang hendak didiskusikan dalam kelompok tersebut.  Di sini seorang tenaga pendidik berperan utama untuk mengondisikan bagaimana jalannya diskusi kelompok tersebut dapat berlangsung dengan ideal baik dari komposisi peserta didik dalam sebuah kelompok yang diupayakan memiliki latar yang berbeda maupun saat membimbing jalannya diskusi kelompok.

Dengan belajar dalam kelompok tersebut, para peserta didik dapat secara aktif menyampaikan gagasan-gagasan yang dimilikinya dengan lebih leluasa. Dan demikianlah beberapa ulasan yang dapat saya berikan, semoga memberi manfaat bagi anda.

Ki Hajar Dewantara, Pelopor Pendidikan di Indonesia

Ki Hajar Dewantara merupakan sosok yang sangat terkenal di Indonesia, dan masyarakat sering menyebutnya sebagai Bapak Pendidikan. Hal ini bukan semata beliau merupakan seorang penulis yang terkenal pada masanya, namun karena kegigihannya dalam memperjuangkan pendidikan bagi rakyat pribumi.
Ki Hajar Dewantara lahir pada tanggal 02 Mei tahun 1889 di kota Yogyakarta. Ki Hajar Dewantara yang terlahir sebagai keturunan ningrat memiliki nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat. Namun pada tahun 1972 beliau resmi mengubah namanya menjadi Ki Hajar Dewantara  agar beliau bisa membaur dengan segenap lapisan masyarakat tanpa adanya perasaan minder atau takut karena status sosialnya sebagai keturunan Bangsawan.

Ki Hajar Dewantara pada masanya terkenal sebagai kolumnis yang sangat pedas kritikannya terhadap pemerintahan Belanda. Hal itu ditunjukkannya semasa pemerintahan Belanda hendak meminta sumbangan untuk merayakan pesta kemerdekaan Belanda dari Prancis, Ki Hajar Dewantara atau biasa dipanggil Soewardi  menulis kolom KHD yang sangat terkenal, Andai Aku seorang Belanda yang mengakibatkan  beliau diasingkan ke Belanda pada tahun 1913.

Setelah pulang dari masa pengasingannya, yaitu tahun1919 beliau bekerja keras dalam proyek mendirikan sekolah bagi pribumi. Hal itu akhirnya berhasil di wujudkan pada 3 Juli 1922 dan sekolah yang didirikan diberi nama Perguruan Nasional  Taman Siswa, sekarang lebih dikenal sebagai Taman Siswa. Sayangnya sistem pendidikan yang dikembangkannya tidak mendapat perhatian yang besar dari pemerintah. Memang gelar sebagai bapak Pendidikan sudah disematkan pada beliau, namun pada penerapan pendidikan di sekolah, pemerintah Indonesia masih menggunakan sistem seperti zaman pada saat pemerintahan Hindia-Belanda.

Hal ini sangat disayangkan, karena pendidikan di Taman Siswa lebih kearah pada keahlian, minat dan bakat siswa sebenarnya jauh lebih baik. Benyamin S merupakan lulusan dari Taman Siswa, dan beliau mengungkapkan betapa bangganya dia pernah mengenyam pendidikan di tempat tersebut, karena di tempat tersebut diajarkan agar kita mencintai adat dan kebudayaan bangsa sendiri, dan tidak sepatutnya a merasa malu dengan bangsa lain, karena bangsa kita merupakan bangsa yang kaya akan budaya dan memiliki nilai luhur yang tinggi. Semoga pemerintah kita bisa menghidupkan kembali taman siswa pada masa mendatang.

Minggu, 16 Februari 2014

Contoh Media Pembelajaran

Untuk mewujudkan terciptanya sebuah pembelajaran yang baik maka diperlukan peran dari semua pihak yang terkait dalam lingkungan pembelajaran baik dari para peserta didik maupun para  tenaga pendidik. Para peserta didik harus aktif dan antusias dalam menerima materi yang disampaikan oleh tenaga pendidik sedangkan tenaga pendidik harus aktif dalam menyampaikan materi pelajaran yang menyenangkan menggunakan metode yang menyenangkan dan memaksimalkan media pembelajaran yang ada saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Nah membicarakan tentang media pembelajaran ini, seorang tenaga pendidik saat ini dapat menggunakan banyak hal sebagai media pembelajaran yang menarik bagi para peserta didiknya. Media pembelajaran tersebut sangat banyak terutama hal-hal yang menyangkut perkembangan teknologi yang semakin baik seperti era modern sekarang. Kali ini pada ulasan berikut saya akan memberikan beberapa informasi menarik kepada anda tentang contoh media pembelajaran yang dapat digunakan oleh seorang tenaga pendidik untuk menyampaikan materi pembelajaran kepada para peserta didik sebagai berikut:


  1. Lingkungan alam. Para tenaga pendidik dapat memanfaatkan lingkungan alam tempat terjadinya pembelajaran sebagai salah satu media yang sangat efektif bagi para peserta didik. Dengan menggunakan lingkungan alam ini sebagai media pembelajaran maka selain dapat belajar maka para peserta didik juga dapat berinteraksi dengan alam sekitarnya atau dengan kata lain disebut belajar dengan alam.
  2. Televisi. Televisi merupakan sebuah perangkat teknologi yang digemari oleh masyarakat dalam berbagai macam usia. Televisi ini juga dapat menjadi sebuah media pembelajaran yang menyenangkan bagi para peserta didik. Banyak informasi menarik yang terdapat di televisi setiap harinya yang dapat menjadi sumber pembelajaran. Di sini seorang tenaga pendidik dapat memberikan tugas kepada para peserta didik untuk menyimak acara televisi yang sesuai dengan materi pembelajaran yang di ajarkan. 
  3. Internet merupakan sebuah media pembelajaran terbaru yang sangat digemari. Di internet bertebaran berbagai macam informasi menarik yang sangat beragam . Yang dengannya jika seorang tenaga pendidik mampu memanfaatkannya dengan maksimal maka akan sangat mudah dalam mewujudkan sebuah pembelajaran yang efektif dan menyenangkan bagi para peserta didiknya.

Dan demikianlah beberapa ulasan yang dapat saya berikan kepada anda terkait dengan media pembelajaran yang baik. Semoga dengannya beberapa ulasan di atas memberi banyak manfaat bagi anda.

Sabtu, 15 Februari 2014

Pengertian Dari Pembelajaran

Pada artikel kali ini saya akan membeberkan kepada anda tentang informasi unik dan menarik tentang pembelajaran. Saya sangat yakin, anda sudah tidak asing lagi dengan istilah pembelajaran bukan? Ya kata ini memang kerap kali dikaitkan dengan pendidikan. Namun sebelum saya membahas lebih lanjut mengenai apa itu pembelajaran maka sebaiknya di sini saya akan memberitahukan terlebih dahulu kepada anda tentang apa itu belajar? Nah untuk mendapatkan informasinya secara lengkap maka silakan anda menemukan sendiri pada ulasan di bawah ini. Selamat membaca.

Belajar merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan oleh semua orang di dunia ini. Belajar merupakan sebuah kegiatan mengamati, mendengarkan menyimak atau suatu kegiatan yang bertujuan untuk mendapatkan sebuah informasi tentang suatu hal. Belajar ini sangat penting untuk dilakukan oleh setiap individu guna menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Belajar pun sebenarnya sudah dilakukan oleh setiap orang dari saat mereka masih kecil hingga dewasa, sepanjang hidupnya.

Yang kedua yang akan kita bahas adalah tentang pembelajaran. Pembelajaran merupakan sebuah kegiatan yang di dalamnya mencakup kegiatan belajar mengajar atau dapat kita jabarkan bahwa kegiatan pembelajaran ini merupakan sebuah kegiatan di mana seorang tenaga pendidik menyampaikan materi pelajaran atau informasi penting kepada para peserta didiknya menggunakan berbagai hal termasuk bahan pelajaran dan media pembelajaran.

Dalam sebuah pembelajaran terdapat elemen-elemen utama yang saling berkaitan yang semuanya saling mempengaruhi. Elemen-elemen tersebut di antaranya adalah adanya seorang tenaga pendidik, peserta didik, bahan atau materi pembelajaran serta yang menunjang pembelajaran seperti adanya media pembelajaran yang memadai.

Dalam sebuah pembelajaran yang baik seorang tenaga pendidik memiliki peranan yang central dalam terwujudnya pembelajaran yang ideal dan efektif. Seorang tenaga pendidik harus dapat menguasai kondisi pada saat pembelajaran berlangsung. Bukan hanya sebagai pendidik saja melainkan juga sebagai penggerak agar para peserta didiknya dapat mengambil peran dalam proses pembelajaran tersebut. Dalam artian para peserta didik ini di arahkan untuk aktif selama kegiatan pembelajaran sehingga mereka dapat menerima materi pelajaran yang disampaikan oleh tenaga pendidik dengan baik dan efektif.

Dan itulah beberapa ulasan yang dapat saya berikan kepada anda mengenai apa itu pembelajaran. Semoga beberapa hal di atas dapat memberikan manfaat bagi anda.

Jumat, 14 Februari 2014

Strategi Pembelajaran Matematika

Matematika merupakan suatu mata pelajaran yang dianggap para siswa sebagai pelajaran cukup susah. Mata pelajaran berhitung ini memang sedikit sulit karena terdapat banyak rumus dalam mengerjakan suatu persoalan. Setiap materi dalam Matematika memiliki rumus yang berbeda dengan tingkatan kesulitan juga berbeda. Beberapa materi ada yang lebih mudah dan banyak lebih sulit semua proses pembelajaran Matematika bertingkat dari mudah, sulit dan lebih sulit lagi. Untuk meminimalisir rasa kesulitan yang dirasakan oleh setiap sehingga dibutuhkan suatu strategi. Supaya proses pembelajaran Matematika lebih mudah harus menerapkan suatu strategi yang memudahkan antara guru dengan murid. Dengan strategi yang sesuai murid akan merasa lebih mudah dalam memahami setiap materi dari seorang guru. Sehingga rasa sulit dalam memahami pelajaran matematika akan diatasi secara baik.

Strategi pembelajaran matematika ini merupakan sebuah taktik yang diterapkan oleh pembimbing atau guru pada proses belajar mengajar sehingga proses pembelajaran bisa lebih efektif dan efisien. Strategi pembelajaran matematika harus menitik beratkan supaya bisa mempengaruhi anak didik untuk menghasilkan suatu prestasi terbaik. Terdapat tiga aspek yang bisa dilakukan dalam memenuhi strategi pembelajaran matematika. Aspek pertama adalah kemampuan khusus,, dimana seorang pengajar memiliki skill baik dalam menguasai materi yang akan disampaikan kepada murid. Kedua aspek wawasan dan kemampuan, wawasan seorang guru dalam menyampaikan materi menjadi hal penting yang bisa mempengaruhi cara berpikir seorang murid. Ketiga aspek kemampuan dalam berkomunikasi, pada aspek ini sangat ditekankan agar guru dan murid bisa berkomunikasi secara baik sehingga jika murid merasa kesulitan berani berkonsultasi kepada guru.

Seorang siswa yang mampu mempelajari matematika secara baik ketika dirinya mampu menerima materi dari guru secara keseluruhan. Dengan penguasaan yang mumpuni proses pembelajaran akan dirasa lebih mudah. Bisa dibayangkan ketika seseorang tidak menguasai suatu materi pasti akan merasa kesulitan dalam mengerjakan soal didalam pelajaran matematika. Dengan adanya strategi dan aspek – aspek yang di terapkan oleh pembimbing materi didalam pelajaran matematika bisa dikuasai oleh murid secara maksimal.

Kamis, 13 Februari 2014

Komponen Pembelajaran

Secara garis besar didalam komponen pembelajaran itu terdapat tujuan, media, strategi, evaluasi, pendidik dan peserta didik. Pembelajaran merupakan suatu bentuk interaksi yang terjadi antara peserta didik dengan pendidik. Dalam perkembangannya proses pembelajaran tidak hanya suatu bentuk interaksi dari guru dan murid namun pembelajaran juga dilakukan dengan menyampaikan sumber – sumber informasi atau materi kepada peserta didik dengan menerapkan beberapa strategi yang maksimal sehingga mampu menghasilkan kualitas murid dengan prestasi baik. Pembelajaran menjadi sebuah sistem yang terdiri dari beberapa komponen dan berinterpedensi antara satu dengan lainnya untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Komponen – komponen pembelajaran bisa digambarkan secara jelas dengan beberapa bagan. Bagan tersebut bisa digunakan secara jelas dengan menggambarkan bahwa pembelajaran adalah integritas yang membentuk suatu timbal balik dari komponen satu dengan komponen lainnya. Komponen yang pertama adalah tujuan pembelajaran, komponen ini merupakan rumusan dari suatu perilaku dan sudah ditetapkan sebelumnya yaitu menyampaikan materi untuk memberikan ilmu baru pada anak didiknya. Kedua adalah komponen yang menempati posisi untuk menciptakan kegiatan belajar mengajar secara baik yaitu dengan menerapkan suatu media sesuai dengan kemampuan anak didik.  Salah satu hal yang bisa memudahkan proses pembelajaran adalah media pembelajaran. Banyaknya media pembelajaran ini bisa dimanfaatkan sebagai taktik jitu untuk mempengaruhi siswa supaya minat dalam belajarnya lebih meningkat karena mereka mampu menguasai materi secara baik dari media pembelajaran tersebut.

Komponen pembelajaran yang terakhir adalah peserta didik, karena memiliki subyek utama dalam proses pembelajaran. Pendidikan merupakan suatu hak yang harus didapatkan oleh setiap orang. Karena setiap orang itu diwajibkan untuk menuntut ilmu sebagai bekal hidup dimasa depan. Kemampuan dari skill seseorang akan membawa pengaruh positif terhadap orang lain. Salah satu skill tersebut adalah kemampuan seseorang yang mampu menyampaikan suatu materi kepada orang lain secara baik dan bisa dipahami oleh penerima materi dengan maksimal. Proses pembelajaran akan berjalan dengan lancar dan sesuai ketika menerapkan komponen didalam proses pembelajaran.

Rabu, 12 Februari 2014

Model Pembelajaran Matematika Part II

Matematika sering kali menjadi sebuah pembelajaran yang ditakutkan oleh para peserta didik dan para orang tuanya. Mengapa? Ini karena banyak peserta didik kurang dapat memahami matematika yang notabene merupakan sebuah pelajaran yang abstrak tersebut. Banyak orang tua yang akan berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan pelajaran matematika kepada anaknya mulai dari pelajaran di rumah hingga mengkursuskan anak mereka. Namun nampaknya yang menjadi masalah sebenarnya bukanlah hal tersebut, yakni lebih utama tentang bagaimana seorang tenaga pendidik menyampaikan materi pelajaran matematika agar dapat mudah dicerna oleh para peserta didiknya. Karena itulah perlu kiat-kiat khusus agar materi pelajaran matematika tersebut dapat diterima dengan optimal oleh para peserta didik. Dan berikut ini saya akan memberikan beberapa ulasan yang saya rangkum tentang bagaimana cara memberikan materi matematika yang baik dari seorang tenaga pendidik kepada peserta didiknya sebagai berikut:

  1. Yang pertama kali yang harus diingat oleh tenaga pendidik adalah bahwa matematika ini merupakan mata pelajaran yang abstrak sehingga hal yang pertama kali harus dilakukan adalah dengan menyampaikan mata pelajaran tersebut dengan metode konvensional atau yang sering kita ketahui sebagai metode pembelajaran secara langsung.  Di sini seorang guru harus menyampaikan materi pelajaran yang perlu dihafalkan oleh para peserta didiknya.
  2. Yang kedua seorang tenaga pendidik haruslah mengerti kondisi dan dapat berpikir kreatif. Keberhasilan pendidik dalam menyampaikan materi sangat bergantung dari bagaimana para tenaga pendidik tersebut dapat mengolah materi pembelajaran matematika yang abstrak tersebut menjadi materi pembelajaran yang lebih nyata. Semisal saat tenaga pendidik menyampaikan materi tentang volume bangun ruang maka tenaga pendidik dapat memberikan contoh penggunaan pelajaran tersebut dalam kehidupan nyata. Sehingga dengan cara seperti ini peserta didik dapat lebih mudah memahami.
  3. Seorang tenaga pendidik dapat memanfaatkan metode belajar kelompok kepada para peserta didik agar mereka dapat dengan aktif memecahkan masalah matematika yang diberikan secara bersama-sama di dalam kelompoknya. Dengan cara tersebut materi yang disampaikan tenaga pendidik akan dapat diterima dengan lebih efisien.
Dan demikianlah sedikit ulasan yang dapat saya berikan  tentang model pembelajaran matematika yang efektif digunakan untuk para peserta didik. Semoga dengannya dapat memberikan banyak manfaat bagi para pembaca. Kunjungi model pembelajaran matematika bagian 1