Senin, 31 Maret 2014

Petingnya motivasi pembelajaran bagi siswa

Tidak dapat dipungkiri lagi, motivasi pembelajaran untuk para siswa saat ini memang sangat dibutuhkan. Hal tersebut perlu dilakukan karena banyak sekali siswa pada saat ini yang membolos pada saat suatu pelajaran tertentu tersebut sedang berlangsung, dan hal tersebut dikarenakan kurangnya motivasi untuk belajar bagi para siswa. Dan tidak dapat dipungkiri juga, kalau pada saat ini banyak siswa yang memakai seragam sekolah berkeliaran di tempat umum meskipun itu adalah jam sekolah. Dan banyak juga yang mengatakan bahwa mereka bosan dengan mata pelajarannya. Dari hal tersebut memang dapat disimpulkan bahwa motivasi untuk belajar pada diri siswa sangatlah rendah. Hal tersebut akan sangat merugikan bagi siswa itu sendiri.

Oleh karena itu para orang tua maupun guru perlu melakukan pendekatan pada siswa yang sering kali membolos dan mencari sebuah solusi yang baik. Sebenarnya hal yang paling terpenting bagi seorang pelajar adalah perlunya sebuah motivasi. Karena motivasi itulah yang dapat memberikan dorongan untuk dapat melakukan kegiatan belajar bagi siswa dengan penuh semangat. Dalam hal ini dapat di ibaratkan motivasi adalah seorang siswa dan motivasi sebagi bensin atau bahan bakarnya. Sebaik apapun kendaraannya jika tidak ada bahan bakar maka tidak akan artinya juga. Begitu juga dengan seorang siswa. Motivasi merupakan sebuah dorongan untuk melakukan suatu kegiatan dengan baik.

Maka dari itu, diharapkan dengan adanya motivasi belajar, maka para siswa dapat mempunyai keinginan dengan sendirinya untuk belajar dengan maksimal. Berdasarkan kelompoknya, motivasi dibedakan menjadi motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Motivasi intrinsik yaitu sebuah motivasi yang berasal dari diri sendiri untuk melakukan suatu kegiatan. Dalam hal ini upaya yang harus dilakukan oleh orang tua dan guru adalah dengan memberikan motivasi belajar bagi para siswa. Sedangkan motivasi ekstinsik adalah sebuah motivasi yang berasal dari luar. Untuk hal yang satu ini yang harus dilakukan oleh para pengajar maupun guru adalah dengan menggunakan trik maupun cara belajar yang menarik dan inovasi yang lainnya sehingga dapat membuat motivasi belajar para siswa menjadi baik juga.

Minggu, 30 Maret 2014

Serba - serbi Jurnal Pembelajaran

Jurnal pembelajaran merupakan sebuah dokumen yang di tulis terus menerus oleh pelajar untuk mencatat setiap hal dan kemajuan prestasinya. Jurnal pembelajaran bukan sebuah buku yang berisi ringkasan materi sebuah pelajaran, namun lebih fokus terhadap apa yang dipelajari, misalnya seorang pelajar kurang mengerti mengenai materi yang dia terima, maka dia menulis mengapa dia belum paham, lalu mencari jawaban dari sumber yang berbeda dari yang disampaikan oleh gurunya, dan dikemudian hari di buka kembali dan dipelajari kembali. Jurnal pembelajaran ini tidak hanya fokus terhadap perkembangan kemampuan akademis saja, namun juga dapat membiasakan para siswa menuliskan pengalaman belajarnya. Jadi Jurnal pembelajaran bisa disebut juga sebagai alat komunikasi dan diseminasi informasi mengenai pembelajaran. Isi Jurnal pembelajaran tidaklah harus dalam bentuk artikel, tetapi bisa juga berbentuk kalimat - kalimat sederhana. Di dalam mengisi jurnal pembelajaran dapat di tulis berupa :

  1. Menulis pertanyaan yang muncul dalam pikiran mengenai pelajaran yang di pelajari.
  2. Menulis hal - hal yang baru diketahui pada saat proses belajar mengajar.
  3. Menulis tentang apapun yang sesuai dengan materi yang dipelajari.
  4. Menulis tentang apa yang sudah dipelajari, dan menganalisa sejauh mana kita paham terhadap materi yang sedang dipelajari.

Dan masih banyak lagi hal - hal yang bisa ditulis dalam jurnal pembelajaran. Pada saat ini bentuk jurnal pembelajaran tidak hanya terpaku pada tulisan tangan dan ditulis dalam buku saja, namun bisa juga ditulis dalam buku saku yang bisa dibawa kemana saja, bisa juga kita menulisnya didalam notes yang ada pada hampir semua smartphone saat ini. Selanjutnya, hal yang perlu dilakukan selanjutnya yaitu menulis kembali kedalam sebuah buku, atau apa yang sudah ditulis dalam smartphone tadi di pindah ke komputer dan kemudian mencetaknya. Saat ini juga tersedia sebuah website yang bisa dimanfaatkan sebagai jurnal belajar, dan kita juga dimungkinkan untuk berinteraksi dengan orang lain sehingga dapat saling bertukar informasi yang imbasnya juga akan semakin memperkaya ilmu pengetahuan pembuat jurnal tersebut.

Sabtu, 29 Maret 2014

Metode pembelajaran yang menyenangkan

Metode pembelajaran menyenangkan - Setiap pengajar atau guru pasti mempunyai cara tersendiri agar pelajaran Bahasa Inggris menjadi menyenangkan. Pada saat ini banyak sekali metode - metode modern yang digunakan untuk belajar Bahasa Inggris,  namun tidak sedikit juga ada beberapa guru yang masih menerapkan cara lama, seperti model listen and repeat ataupun ceramah. Akibatnya pada saat pembelajaran berlangsung siswa akan merasa bosan karena kurang menyenangkan. Berikut adalah macam - macam teknik pembelajaran yang menyenangkan :
  1. Surveys : Para siswa membuat sebuah tim survey di dalam kelasnya. Misalnya siswa membuat angket pertanyaan kepada seluruh siswa di kelasnya.
  2. Role Play : Dalam hal ini, kegiatan belajar mengajar menggunakan model peran. Jadi Guru menjadikan keadaan di kelas seperti keadaan di luar kelas. Misal peran siswa dijadikan sebagai penjual dan pembeli, sehingga ada interaksi dan percakapan dalam bahasa inggris.
  3. Games : Hal ini pastinya sangat disukai banyak kalangan. Pada saat proses mengajar berlangsung, ada baiknya seorang guru menyiapkan sebuah permainan kecil yang berhubungan dengan pelajaran yang berlangsung, sehingga para siswa bisa termotivasi.
  4. Language Exchange : Pada umumnya semua siswa suka jika bisa langsung berbicara dengan Native Speaker. Walaupun sekedar obrolan ringan, itu bisa membangkitkan semangat di dalam diri siswa. 
  5. Group Work : Belajar berkelompok bisa melatih kerjasama antar siswa. Cara ini juga sangat membantu bagi siswa yang kurang mampu saat menerima materi, dan siswa tersebut bisa bertanya atau dibantu dengan siswa yang memiliki kemampuan lebih.
  6. Interview :  Hal ini bisa dilakukan dengan cara melakukan wawancara dengan teman sekelas ataupun teman di kelas lain. Atau pembelajaran model ini bisa dilakukan di luar sekolah, seperti bertanya di kepada orang yang belum kenal. Jenis pertanyaan sesuai dengan topik yang di bahas bisa ditentukan oleh guru maupun siswa bebas membuat pertanyaan dengan pengawasan guru tentunya.
  7. Learning by teaching : Model belajar ini diterapkan dengan cara siswa menjelaskan di depan teman sekelasnya tentang pelajaran yang sedang di bahas, tentunya siswa sudah menyiapkan sebelumnya. Dengan hal ini juga dapat melatih mental setiap siswa serta skill yang dimiliki oleh siswa.
  8. Information Gap :  Model pembelajaran ini dilakukan dengan cara, seorang siswa harus memberitahukan sebuah informasi yang belum diketahui oleh teman sekelasnya. Tentunya hal yang di sampaikan tersebut sesuai dengan topik yang diberikan oleh guru. Semisal seorang siswa membaca sebuah berita di Koran, dan setelah itu siswa tersebut menyampaikan apa yang di abaca tadi kepada teman sekelasnya.
Itulah informasi yang dapat kami sajikan. Semoga bermanfaat.


Jumat, 28 Maret 2014

Faktor - faktor yang berpengaruh pada kualitas pembelajaran

Semakin tingginya standar kualitas pembelajaran mengharuskan seorang guru berusaha sebaik mungkin, demi mempersiapkan program pengajaran yang sistematik. Dalam keinginan untuk mencapai hasil yang baik pun, seorang guru selalu menemui hambatan. Adapun beberapa faktor - faktor yang berpengaruh pada kualitas pembelajaran.

  1. Pengajar / guru : Pengajar atau guru merupakan orang yang berpengalaman di bidangnya. Dengan segala ilmu yang dimilikinya maka seorang guru dapat menjadikan siswa atau anak didiknya menjadi lebih cerdas. Setiap Pengajar atau guru pastinya memiliki kepribadian yang berbeda sesuai latar belakang mereka. Setiap guru pasti memandang peserta didik sebagai makhluk sosial dimana memilik perbedaan maupun persamaan. Dan hal tersebutlah yang menghasilkan suatu pendekatan yang berbeda, tentunya cara mengajarnya juga pasti berbeda.
  2. Tujuan dalam mengajar : Dalam hal ini seorang guru haruslah memiliki pedoman sebagai sasaran yang harus dicapai dalam proses belajar mengajar. Dalam proses pengajaran sangat dibutuhkan suatu kepastian didalam merumuskan tujuan pengajaran agar bisa tercapai dengan baik.
  3. Kemampuan siswa yang mengikuti proses belajar : Dalam hal ini setiap siswa memiliki kemampuan yang berbeda satu sama lain. Mereka memiliki kepribadian, kecerdasan yang berbeda juga. Oleh sebab itu hal inilah yang mempengaruhi kualitas pembelajaran.
  4. Metode pengajaran : Metode dalam mendemonstrasikan suatu mata pelajaran dan penyampaian materi yang ditujukan pada siswa sangat berpengaruh pada kualitas pembelajaran.
  5. Penilaian : Penilaian merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan pada proses pembelajaran. Pemilihan waktu dan cara untuk melakukan penilaian juga berpengaruh pada kualitas pembelajaran.
  6. Alat Bantu pada proses pembelajaran :  Ketersediaan alat bantu yang memadai pada sebuah lembaga pendidikan akan berdampak juga pada proses pembelajaran. Tak hanya itu, pemilihan alat bantu juga harus sesuai dengan materi yang disampaikan karena hal tersebut juga berperan demi memberikan kemudahan pemahaman kepada peserta didik dalam penyampaian materi.
  7. Kondisi saat pembelajaran berlangsung : Dalam hal ini, sebuah kondisi yang diciptakan pengajar akan berdampak pada kenyamanan dan pemahaman peserta didik dalam belajar. Menciptakan kondisi yang kondusif tentunya bisa membantu para peserta didik lebih maksimal dalam penyerapan materi yang disampaikan oleh pengajar.

Itulah informasi yang dapat kami sampaikan.

Proses penggunaan media pembelajaran

Saat ini penulisan jurnal tidak hanya dilakukan dengan cara menulis di buku saja. Namun dalam membuat jurnal media pembelajaran dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan media game agar proses belajar terasa menyenangkan. Di dalam memilih media untuk proses pembelajaran, seorang pengajar harus mengetahui cara menggunakan media yang dia gunakan.  Adapun langkah - langkah yang harus diperhatikan didalam penggunaan sebuah media.

  1. Hal yang pertama yang dilakukan yaitu mempersiapkan sebuah media yang akan digunakan. Pengajar harus mempelajari cara penggunaan media yang akan ia gunakan, seperti halnya dalam penggunaan proyektor, maka harus melakukan pemeriksaan pada voltase proyektor dan selanjutnya menyesuaikan dengan listrik setempat. Sebelum peralatan digunakan alangkah baiknya dipersiapkan dahulu untuk menghindari gangguan saat pembelajaran.
  2. Selanjutnya saat kegiatan pembelajaran berlangsung dengan menggunakan media, maka suasana dan keadaan kelas harus tetap terjaga. Di dalam penggunaan proyektor misalnya, di perlukan ruangan yang agak gelap, namun pengajar juga harus mengusahakan agar kegelapan ruangan dapat diatur sedemikian rupa, agar para siswa masih dapat melakukan kegiatan menulis catatan. Jika diperlukan penjelasan yang lebih lanjut, pengajar bisa memberikan penjelasan dan ditulis pada papan tulis dan diusahakan posisi pengajar tidak menghalangi pandangan para siswa. Jikalau media tersebut digunakan  oleh siswa dalam proses pembelajaran maka pengajar juga harus memantau. Dengan hal tersebut pengajar juga dapat membantu siswa jika mengalami kesulitan dalam penggunaan media tersebut.

Hal selanjutnya yang dilakukan adalah sebuah evaluasi. Hal ini bertujuan apakah sajian pembelajaran yang disampaikan kepada para siswa tercapai atau tidak. Selain itu juga dapat bisa digunakan untuk membuat sajian yang lebih menarik lagi sehingga para siswa menjadi lebih paham dalam memahami materi yang disampaikan. Dalam evaluasi ini juga dapat pengajar juga dapat melakukan tes kepada siswa yang kemudian dikerjakan sebagai umpan balik. Dari umpan balik tersebutlah, pengajar bisa meminta kepada para siswa untuk lebih memperdalam lagi materi yang didapat. Hal tersebut dapat di lakukan dengan berdiskusi hasil tes yang dilaksanakan pada saat itu. Demikian penjelasan mengenai proses penggunaan media pembelajaran secara umum.

Kamis, 27 Maret 2014

Memahami tentang pembelajaran konvensional

Pada saat ini banyak sekali metode - metode pembelajaran yang berkembang. Dalam kesempatan kali ini akan dibahas mengenai pengertian pembelajaran konvensioanal. Metode mengajar adalah suatu pengetahuan mengenai cara mengajar yang digunakan oleh guru. Pembelajaran pada dasarnya merupakan proses penambahan informasi serta kemampuan. Pembelajaran konvensional merupakan model pembelajaran yang masih digunakan oleh kebanyakan guru. Pengertian pembelajaran konvensional menurut Freire yaitu suatu metode pengajaran yang bergaya bank dimana guru hanya sebagai penyampai informasi yang harus dihafal dan diingat oleh para siswa. Sedangkan menurut Djamarah, pengertian pembelajaran konvensional merupakan sebuah metode belajar tradisional atau bisa juga disebut metode ceramah. Dalam hal ini seorang guru melakukan pengajaran kepada murid dengan cara ceramah yang diselingi dengan penjelasan mengenai materi yang diberikan serta memberikan latihan soal dan tugas. Pembelajaran konvensional ini mempunyai ciri - ciri sebagai berikut :

  1. Para siswa dituntut untuk belajar sendiri
  2. Siswa hanya menerima ilmu pengetahuan yang diberikan oleh guru.
  3. Proses belajar mengajar bersifat teoritis
  4. Kebenaran mengenai pengetahuan bersifat final dan absolut
  5. Interaksi siswa sangat kurang
  6. Proses pembelajaran ditentukan oleh seorang guru
  7. Seorang guru lebih sering memperhatikan proses kelompok yang berada dalam kelompok belajar

Pembelajaran konvensional ini juga masih digunakan oleh beberapa guru, karena pembelajaran dengan metode ini masih menjadi pilihan yang bisa dibilang efektif. Keunggulan dari metode pembelajaran ini adalah :

  1. Penyampaian informasi dengan cepat.
  2. Mampu memberi pelajaran pada siswa, bahwa mendengarkan adalah cara belajar yang baik.
  3. Metode ini sangat mudah digunakan saat proses belajar mengajar terjadi
  4. Dapat membangkitkan untuk lebih mencari informasi
  5. Informasi yang diberikan guru tidak akan mudah di cari ditempat lainnya.

Jika metode konvensional ini memiliki keunggulan, tentunya juga memiliki kelemahan, diantaranya adalah :

  1. Tidak semua siswa mempunyai cara belajar mendengarkan
  2. Karena memiliki sifat menghafal, maka para siswa akan mudah  lupa karena memiliki daya serap yang rendah
  3. Kebanyakan para siswa kurang mengetahui tujuan belajar pada saat itu
  4. Terlalu berfokus pada pemberian dan evaluasi tugas yang diberikan oleh guru


Kamis, 20 Maret 2014

Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa kota Surabaya

PSPB atau pendidikan Sejarah Perjuangan bangsa sudah dicantumkan kedalam kurikulum pendidikan Indonesia  sebagai upaya agar generasi muda penerus bangsa Indonesia mengerti betapa beratnya perjuangan rakyat Indonesia dalam memperoleh kemerdekaan. Salah satu yang paling terkenal adalah kejadian heroik yang terjadi di kota Surabaya, yang akhirnya kota Surabaya dikenal sebagai kota Pahlawan.
Kota Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia dengan pendapatan perkapita sekitar 62,62 juta dari tahun 2007 sampai tahun 2010. Pendapatan perkapita yang terus meningkat karena ditunjang adanya kenaikan taraf hidup masyarakat Surabaya. Hal ini ditandai dengan semakin menjamurnya shopping mall serta meningkatnya daya beli masyarakat. Sektor utama yang mendukung perekonomian Surabaya masih dipegang oleh sector perdagangan, perhotelan serta restaurant.

Tanggal 31 Mei 1293 merupakan hari jadi kota Surabaya, yang ditetapkan karena Pasukan Majapahit berhasil mengalahkan pasukan kerajaan Mongolia yang diutus oleh Kubilai Khan. Pada saat itu Surabaya merupakan gerbang dari Kerajaan Majapahit. Lambang dari kota Surabaya yang disimbolkan antara Buaya dan ikan hiu karena adanya peperangan ini. Pasukan Mojopahit digambarkan sebagai buaya dan Suro atau ikan hiu sebagai pasukan kerajaan Mongolia.  Pada tahun 1530, kota Surabaya  jatuh ketangan kerajaan demak. Tidak lama setelah itu kerajaan demak pun runtuh dan kota Surabaya menjadi bulan-bulanan penyerangan  dari beberapa kerajaan, seperti tahun 1598 panembahan Senopati menyerang Surabaya, disusul penyerangan oleh Panembahan Seda Ing Krapyak pada tahun 1el610, kemudian Sultan Agung pun turut menyerang di tahun 1614. Pada tahun 1675 pasukan Trunojoyo berhasil merebut Surabaya, namun tidak lama kemudian VOC mengambil alih kekuasaan pada tahun 1677.

Pada tahun 1926 Kota Surabaya sudah berubah menjadi kota modern kedua yang ada di hindia belanda pada masa pemerintahan Hindia – Belanda. Pada bulan Februari tanggal 2 tahun 1942 Jepang menjatuhkan bom di kota Surabaya dan Jepang berhasil menguasai kota Surabaya pada bulan maret.  Surabaya menjadi target serangan sekutu pada 17 Mei 1944 dan Surabaya pun luluh lantak. Tanggal 10 November 1945 terjadi perang sengit antara pasukan RI dan tentara Inggris selama 10 hari, dan akhirnya hal ini dikenal sebagai hari Pahlawan.