Senin, 10 Februari 2014

Mengenal Pembelajaran Konvesional

Dalam dunia pendidikan, model pembelajaran merupakan salah satu hal yang penting untuk diperhatikan oleh setiap tenaga pendidik. Hal ini karena model pembelajaran tersebut sangat menentukan bagaimana jalannya pembelajaran dapat berlangsung dengan optimal. Satu contoh dari sekian banyak model pembelajaran yang ada saat ini maka yang akan kita bahas di sini adalah tentang pembelajaran konvensional. Apa itu pembelajaran konvensional? Lalu apakah model pembelajaran seperti ini baik dan efektif jika diterapkan pada peserta didik? Untuk menemukan jawabannya maka anda penting untuk membaca ulasan berikut ini dengan seksama karena di sini saya akan banyak mengupas hal-hal menarik tentangnya.

Yang akan kita bahas pertama kali adalah tentang apa itu model pembelajaran konvensional ? Pembelajaran konvensional merupakan pembelajaran secara langsung yang banyak digunakan pada pembelajaran dari dulu hingga sekarang. Pembelajaran ini sering kali kita sebut dengan pembelajaran model ceramah yakni sebuah model pembelajaran dimana seorang tenaga pendidik memiliki peranan yang aktif dalam memberikan informasi ataupun materi pelajaran kepada para peserta didiknya. Sedangkan di sini peranan peserta didik dibatasi sebagai penerima informasi atau mata pelajaran yang biasanya cenderung memiliki peran yang pasif.

Sebenarnya pembelajaran konvensional ini memiliki berbagai macam kelebihan jika kita membandingkannya dengan model pembelajaran yang lain. Yakni dalam hal kemudahan seorang tenaga pendidik dalam menjalankan tugasnya, memberikan suasana belajar yang efektif bagi peserta didik untuk belajar dengan cara mendengarkan. Karena materi pelajaran diberikan secara langsung maka seorang peserta didik akan lebih dapat memahami materi pelajaran atau informasi yang disampaikan oleh seorang tenaga pendidik menjadi lebih mudah dan terarah. Namun meski memiliki berbagai macam kelebihan model pembelajaran yang satu ini ternyata juga memiliki berbagai macam kelemahan yang di antaranya adalah materi pelajaran yang disampaikan biasanya abstrak sehingga pada peserta didik tertentu akan merasa kesulitan dalam mencerna pelajaran. Selain itu kemampuan mendengarkan yang baik tidak dimiliki oleh semua peserta didik sehingga terkadang dapat menjadikan situasi yang kurang kondusif pada saat pembelajaran sedang berlangsung.

Dan demikianlah beberapa ulasan yang dapat saya sampaikan pada ulasan ini. Dan semoga beberapa hal tentang pembelajaran konvensional di atas dapat memberikan manfaat bagi anda.

Mencontoh Suksesnya Pendidikan di Negara Jepang

Jepang merupakan Negara dengan tingkat kemakmuran sangat tinggi  dengan jumlah kepadatan penduduk merupakan nomor sepuluh di dunia, serta memiliki produk domestic bruto nomor dua setelah Amerika Serikat. Disamping itu, Jepang juga berhasil menyandang nomor tiga sebagai Negara  yang berhasil melakukan keseimbangan dalam kemampuan berbelanja. Selain memiliki kehidupan ekonomi yang sangat baik, Negara Jepang juga memiliki teknologi yang sangat canggih. Meskipun Negara Jepang memiliki wilayah yang cukup terbatas, hal ini tidak membatasi rakyat Jepang dalam melakukan inovasi di dalam setiap aspek masyarakat.

Keberhasilan Negara Jepang dalam meraih kemakmuran tidak terlepas dari kerja keras  dalam suatu pendidikan. Pendidikan di Jepang merupakan syarat utama bagi setiap warganya guna mencapai kesejahteraan sosial yang lebih baik. Pendidikan di Jepang tidak hanya berfokus pada materi dan pengetahuan, namun juga pada rasa disiplin yang tinggi. Tingginya rasa disiplin warga Jepang bisa anda temui tidak hanya pada lingkungan sekolah, namun di \tempat umum anda juga bisa menemuinya, contohnya saat anda membeli tiket kereta, maka warga Jepang akan sangat sabar melakukan antrian, memasuki kereta pun mereka juga satu persatu, tidak main keroyokan seperti yang kebanyakan terjadi di Negara kita.

Hal ini merupakan suatu indikator bagi bangsa Jepang bahwa mereka telah mencapai kesuksesan dalam hal menciptakan stabilitas ekonomi bagi bangsa dan Negara. Dalam lingkungan keluarga, masyarakat Jepang sudah mengajarkan betapa pentingnya pendidikan moral  yang bisa dijalankan pada kehidupan sehari-hari. Hal dasar yang mereka selalu lakukan adalah selalu mengucapkan salam saat sampai di rumah, mengucapkan selamat makan pada seluruh anggota keluarga sebelum mereka pergi makan dan selalu mengucapkan salam kepada semua masyarakat yang mereka kenal.

Memang hal tersebut adalah hal yang sifatnya sepele, namun dari hal tersebut bisa menciptakan kedisiplinan diri yang tinggi, yang tanpa kita sadari perlahan membentuk karakter seseorang menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab. Hal tersebut pulalah yang mendorong kemajuan tingkat pendidikan di Jepang, karena mereka sudah memiliki dasar-dasar yang kuat sebagai individu yang berkompeten dan bertanggung jawab, dan sekolah merupakan sarana pengembangan jati diri yang akan menyempurnakan keberhasilan individu di lingkungan masyarakat sekitar.

Minggu, 09 Februari 2014

Belajar dan Pembelajaran

Belajar dan Pembelajaran - Pada Kehidupan sehari-hari mungkin kita akan sering kali mendengar dua istilah yakni belajar dan pembelajaran. Ya ini karena dua hal tersebut sangat penting untuk dipahami oleh seseorang agar mampu mendapatkan kehidupan yang lebih baik di kedepanya. Tapi selama ini mungkin anda hanya mengenalnya tanpa mengetahui apa sih sebenarnya belajar dan pembelajaran itu? Karenanya maka pada ulasan berikut ini saya akan menjabarkan kepada anda lebih jelas tentang belajar dan pembelajaran yang sangat penting untuk anda simak dengan seksama agar anda mendapatkan banyak informasi penting tentangnya.

Yang pertama kali akan kita bahas di sini adalah tentang belajar. Kegiatan belajar merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan oleh seorang individu baik dengan melihat, mendengar maupun menggunakan indera yang lain untuk mendapatkan dan memahami sesuatu. Dalam menjalani kehidupannya seseorang wajib melakukan kegiatan belajar agar dapat melakukan penyesuaian diri dengan kehidupannya terutama dalam menghadapi jaman yang terus berkembang.

Yang kedua adalah tentang pembelajaran. Pembelajaran merupakan sebuah kegiatan yang berhubungan dengan belajar mengajar yang dengannya terdapat elemen-elemen yang saling mendukung dan saling melengkapi satu sama lain. Dan elemen tersebut akan saya jelaskan lebih perinci di bawah ini.
  1. Peserta didik. Dalam sebuah pembelajaran terdapat peserta didik yaitu orang yang bertujuan untuk belajar dalam kegiatan pembelajaran.
  2. Selanjutnya ada tenaga pendidik  yakni orang yang berkewajiban untuk melakukan penyampaian materi pembelajaran kepada para peserta didik yang dimilikinya.
  3. Bahan ajar. Dalam  sebuah kegiatan pembelajaran salah satu hal utama yang harus terpenuhi adalah adanya materi pelajaran. Karena tanpa adanya materi pelajaran ini sebuah kegiatan pembelajaran tidak dapat berlangsung.
  4. Yang selanjutnya adalah adanya media pembelajaran. Media pembelajaran memiliki peranan yang sangat penting dalam mendukung terciptanya sebuah kegiatan pembelajaran yang efektif di sebuah lingkungan. Karena dengan media pembelajaran yang baik dan mumpuni maka seorang tenaga pendidik akan dapat lebih mudah dalam menyampaikan pelajaran yang ingin disampaikannya kepada para peserta didik. Serta para peserta didik pun juga akan lebih mudah memahami pelajaran yang mereka terima.
Dan itulah beberapa ulasan yang dapat saya sampaikan mengenai belajar dan pembelajaran yang dengannya semoga dapat memberikan banyak manfaat bagi para pembaca sekalian.

Sabtu, 08 Februari 2014

Pengertian Evaluasi Pembelajaran

Dalam sebuah kegiatan pembelajaran terdapat banyak sekali hal yang harus diperhatikan oleh seorang tenaga pendidik. Yang mana dalam kegiatan pembelajaran tersebut para tenaga pendidik memiliki tugas dan tanggung jawab terhadap keberhasilan pembelajaran. Bukan hanya menyoalkan tentang strategi pembelajaran yang diterapkan atau target yang telah dicapai saja tetapi seorang tenaga pendidik juga harus dapat mengevaluasi secara keseluruhan terhadap apa yang terjadi selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Nah membicarakan tentang evaluasi ini mungkin yang terlintas dalam benak seseorang adalah sebuah kegiatan mereka ulang apa yang telah dilakukan sebelumnya untuk mengetahui tentang kelebihan dan kekurangan suatu hal. Lalu jika bagaimanakah kiranya jika kegiatan evaluasi ini kita hubungkan dengan pembelajaran? Tentu akan menjadi sebuah hal yang sangat menarik untuk kita perbincangkan. Karenanya simak beberapa ulasan berikut ini agar anda dapat menemukan berbagai informasi menarik dan penting tentangnya.

Evaluasi pembelajaran merupakan sebuah kegiatan mengevaluasi atau mengoreksi hal-hal yang telah terjadi atau dilakukan selama kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung. Atau dengan kata lain merupakan sebuah kegiatan mereka ulang untuk mengetahui hal-hal penting baik yang berupa kelebihan maupun kekurangan yang terjadi pada kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung dengan harapan agar dapat melakukan yang terbaik pada saat kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan nantinya.

Bagi seorang tenaga pendidik yang memiliki wewenang untuk memotori kegiatan pembelajaran maka evaluasi pembelajaran ini sangat penting untuk mereka perhatikan. Evaluasi pembelajaran ini memiliki berbagai fungsi utama yang diantaranya telah saya rangkum di bawah ini:


  1. Evaluasi pembelajaran sangat baik digunakan untuk mengetahui kekurangan-kekurangan yang terdapat pada saat pembelajaran yang telah berlangsung. Dengan mengetahui kekurangan pembelajaran yang terdahulu maka seorang tenaga pendidik akan dapat melakukan perbaikan pada pembelajaran yang selanjutnya.
  2. Lalu selain kekurangan tenaga pendidik juga akan menemukan kelebihan yang dengannya dapat diupayakan untuk dipertahankan atau ditingkatkan pada pembelajaran yang selanjutnya.
  3. Sebagai dasar perencanaan kegiatan pembelajaran yang akan datang. Seorang tenaga pendidik dapat menjadikan hasil evaluasi pembelajaran tersebut sebagai dasar penentuan target yang hendak dicapai pada pembelajaran yang akan dilaksanakan nantinya.

Dan demikianlah beberapa ulasan yang dapat saya sampaikan tentang evaluasi pembelajaran ini, semoga dengannya memberi banyak manfaat bagi para pembaca.

Jumat, 07 Februari 2014

Metode Pembelajaran Matematika

Matematika itu ibarat pelangi. Warna-warni dan saling merangkai untuk menjadi satu kesatuan yang sangat indah. Di dalam mempelajari Matematika, ada banyak cara dan rumus yang anda terapkan. Entah rumus yang memang sudah tercantum di buku, dan juga bisa dengan menggunakan rumus hasil analisa pikiran anda sendiri. itulah sisi menariknya dari matematika.

Tetapi di lain sisi, matematika merupakan ilmu yang harga pas, jawabannya tidak dapat dinego, juga tidak dapat anda kredit. Sekali itu jawabannya maka yang lainnya pun tetap dianggap salah. Meskipun mungkin cara yang anda gunakan itu sudah benar. Sesungguhnya jika kita mau memahami lebih dalam, maka matematika bukan ilmu yang sulit, jika yang lain pun bisa menyelesaikannya, kenapa kita tidak ? Nah dari simpulan itulah maka jangan pesimis untuk mempelajari matematika.

Ada beberapa metode pembelajaran matematika yang dapat anda terapkan, diantaranya ialah sebagai berikut :

  1. Metode Ceramah. Salah satu metode pembelajaran matematika ialah dengan menggunakan Ceramah. Ets, namun jangan salah tafsir terlebih dahulu. Memang menurut mayoritas orang ceramah selalu identik dengan hal yang panjang lebar. Tapi anda dapat menggantikannya dengan cara penyampaian materi matematika dengan menggunakan keterpaduan kata serta cara penyampaian seunik mungkin. Sehingga tidak membosankan dan menarik untuk dipahami.
  2. Metode Berkelompok. Degan cara berkelompok maka cara belajar anda akan lebih optimal. Anda dapat saling bertukar pikiran,saling berpendapat dan berbagi ide dengan sesama teman lainnya, sehingga dimana satu orang telah memahaminya  maka yang lain pun juga akan mengikuti. Hingga soal matematika pun lebih mudah untuk di taklukkan.
  3. Metode Resistensi. Maksud dengan metode ini ialah dimana seorang siswa harus bisa menggunakan bahasa sendiri dalam memahami sebuah materi, sehingga ia akan cepat mengerti dan bahasa sendiri pun akan jauh lebih efektif. Jadi tidak harus sama persis seperti  apa yang guru pembimbing sampaikan.
  4. Metode Eksperimental. Hal ini diambil dari kata “Eksperimen“ yang berarti percobaan. Yaitu setelah mendengarkan guru menerangkan, maka siswa harus bisa mencoba menjawab soal yang diberikan sebagai bahan untuk latihan dari hasil yang telah guru pembimbing sampaikan. Dan dari sinilah guru pembimbing dapat menilai apakah materi yang sudah dijelaskan sudah bisa dipahami ataukah belum. Dan siapa saja siswa yang masih belum paham, sehingga akan dilakukan penjelasan ulang. Selamat mencoba.

Kamis, 06 Februari 2014

Model Pembelajaran Matematika Part I

“ Matematika” memang menjadi sebuah prodi mata pelajaran yang membuat dilema. Mungkin bagi sebagian orang yang menyukainya, matematika menjadi sebuah pelajaran yang sangat menyenangkan dan penuh dengan tantangan. Bagaimana tidak, pelajaran yang satu ini merupakan ilmu yang susah – susah gampang dan tidak boleh dinegosiasi. Sekali rumus berkata demikian, maka jawabannya pun harus sedemikian pula. Jika kurang atau lebih sedikitpun jawaban yang anda berikan, maka hukumnya tetaplah salah.  Sesungguhnya pelajaran ini menarik sekali.

Namun, bagi sebagian orang yang tidak suka terhadap pelajaran ini, maka Matematika ialah hal yang tersulit dan yang paling menakutkan di banding pelajaran lainnya.  Penuh dengan Rumus – rumus yang panjang dan kita harus siap untuk memahaminya secara detail. Jangankan mencoba, bagi orang yang mengalami phobia terhadap matematika, melihat rumusnya saja sudah bisa membuat pusing kepala. Tapi jangan khawatir, seperti pepatah bilang “ Tak kenal maka tak sayang, Maka tak sayang berarti tak bisa pula “ . jika sebagian besar orang bisa menaklukkan matematika, kenapa kita tidak? Berarti kita juga memiliki peluang yang sama bukan?. Nha dari itulah, maka jangan mengangga matematika sulit jika anda belum mencobanya dan memahami secara  mendalam.

Ada beberapa Model Pembelajaran matematika, agar anda lebih mudah untuk mempelajarinya. Diantaranya yaitu :

Dengan menargetkan Kompetensi yang di harapkan.
Sebelu anda beranjak untuk mempelajari matematika, terlebih dahulu anda harus memprogram, kompetensi apa yang menjadi target anda. Misalnya anda menargetkan kompetensi tentang “ Persamaan Linier “ maka fokuskanlah  belajar anda dalam bab persamaan linier terlebih dahulu, hingga anda benar – benar memahaminya, pelajari bab demi bab dengan teliti.

Modifikasi Gaya Belajar
Jangan sampai cara belajar anda terasa monoton, sehingga anda malas untuk belajar matematika. Buatlah kelompok belajar yang kompak dengan anggota yang bervariasi kemampuan agar anda dapat saling bertukar pikiran, berpendapat dan saling membantu satu sama lain dengan suasana kerja sama yang asik.

Dengan melakukan pendekatan Kognitif
Dengan cara meningkatkan daya ingat kita, kemudian mengembangkan analisa pemikiran dalam memecahkan sebuah soal. Karena dalam matematika tidak hanya satu rumus untuk  mencari jawaban yang tepat,anda dapat menggunakan rumus hasil analisa pemikiran anda sendiri. semoga bermanfaat.

Kunjungi model pembelajaran matematika bagian 2

Rabu, 05 Februari 2014

Definisi Pembelajaran

Kata “ Belajar “ memang menjadi kata yang sangat fenomenal. Bagaimana tidak , banyak orang yang sering menyebutnya, mulai dari anak kecil hingga orang dewasa dan bahkan orang yang sudah tua sekali pun. Namun, tidak jarang lo, orang yang masih belum memahami betul apa arti dari kata belajar itu sendiri. meski mereka telah memahami maknanya, namun untuk definisinya sendiri masih belum bisa untuk dirangkaikan.
Definisi Pembelajaran diambil dari kata “ Belajar “ yang berarti Proses.  Dalam artian luas, belajar dapat diartikan dengan suatu kegiatan ataupun tindakan yang mengalami sebuah proses dan dilakukan secara berulang- ulang sehingga memunculkan sebuah perubahan kearah kemajuan. Dari segi inilah, segala bentuk kegiatan untuk memahami sesuatu dinamakan belajar. Belajar tidak harus dilakukan oleh orang yang dengan status masih bersekolah saja, namun juga pada semua orang yang masih menghembuskan nafas. Peruu hadist Rasulullah berikut ini :

  اُطْلُبُوْاالْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ اِلَى اللَّحْدِ
yang artinya “ tututlah ilmu mulai dari buaian ( gendongan ) hingga ke liang lahat.

Dari itulah banyak sekali kegiatan kita sehari- hari yang mencerminkan proses belajar. contoh kecil ialah pada anak balita yang sedang mencoba berteriak – teriak  sehingga ia bisa berbicara dengan jelas, itu juga dapat dikatakan belajar. Belajar tidak harus dengan menggunakan buku, namun juga dapat menggunakan media lainnya dan juga dengan berinteraksi terhadap orang lain. Dalam proses ini yang menjadi kunci utama yaitu keaktifan dan pengalaman. Siapa yang mau lebih aktif untuk berproses demi mendapatkan suatu ilmu, maka dialah yang akan mendapatkan ilmu yang lebih banyak pula. Kemudian belajar juga dapat dikaitkan dengan pengalaman. Dimana seseorang yang telah mengalami suatu kejadian yang membuatnya terpuruk maupun gagal, maka ia pasti tidak akan mengulanginya lagi dan selalu  berinovasi dengan melakukan tak – tik yang baru, agar tidak ada kejadian serupa yang terulang lagi. Dari situlah belajar dapat dilakukan melalui pengalaman. Tingkatkan terus semangat untuk belajar anda, semoga berhasil.