Jumat, 13 Maret 2015

Rumus Segitiga Sama kaki

Gambar 1
Segitiga sama kaki merupakan salah satu jenis segitiga istimewa yang mempunyai dua sisi sama panjang, seperti yang ditunjukkan oleh gambar 1.

Segitiga sama kaki dapat dibentuk oleh dua buah segitiga siku-siku yang kongruen dengan cara menghimpitkan kedua sisi yang sama panjangnya.

Perhatikan gambar 1 di atas. Segitiga ABD dan segitiga DBC merupakan dua buah segitiga siku-siku yang kongruen. Sisi BD merupakan sisi siku-siku yang sama panjang dari kedua segitiga siku-siku tersebut. Jadi dapat disimpulkan bahawa segitiga ACD merupakan segitiga sama kaki dengan sisi AD=DC yang sama panjang sebagai kakinya.

Sifat-sifat segitiga sama kaki :
a. Mempunyai dua buah sisi yang sama panjang sebagai kaki segitiga
b. Mempunyai satu buah sumbu simetri
c. Mempunyai dua sudut yang besarnya sama yaitu sudut yang berhadapan dengan sisi yang sama panjang.
d. Segitiga sama kaki merupakan salah satu bangun simetri lipat yang dapat menempati bingkainya dengan dua cara, seperti yang ditunjukkan oleh gambar 2 dan gambar 3.
Gambar 2

Rumus segitiga sama kaki :
Segitiga merupakan salah satu bangun datar yangmempunyai keliling dan luas.
Keliling segitiga sama kaki dirumuskan :
K = sisi 1 + sisi 2 +sisi 3
Jadi untuk mencari keliling segitiga sama kaki dengan menjumlahkan semua panjang sisi-sisinya.

Luas segitiga sama kaki dirumuskan :
L = ½ a x t

Jadi untuk mencari luas segitiga sama kaki dengan menghitung ½ alas dikalikan tinggi segitiga tersebut.

Gambar 3

Contoh soal segitiga sama kaki :
1. Alas segitiga sama kaki alasnya 6 cm sedangkan panjang kakinya 5 cm. Hitunglah luas dan keliling segitiga tersebut !
Jawab :
Diketahui :
a = 6 cm
s = 5 cm
ditanya :
a. K . . . . ?
b. L . . . . ?
Jawab :
a. Keliling segitiga
K= sisi 1 + sisi 2 + sisi 3
K = 6 cm+ 5 cm + 5 cm
K = 16 cm
b. Luas segitiga

Perhatikan segitiga segitiga sama kaki di bawah ini !

BD merupakan tinggi segitiga, untuk mencari tingi segitiga menggunakan persamaan pitagoras.
BD2 = AD2 – BD2
BD2 = 52 – 32
BD2 = 25 – 9
BD2 = 16
BD = 4 cm
Luas segitiga = ½ x a x t
L = ½ x 6 x 4
L = 12 cm2
Jadi keliling segitiga sama kaki tersebut 16 cm sedangkan luanya 16 cm2.

2. Jika diketahui luas segitiga 24 cm2. Hitung tinggi segitiga jika alasnya 6 cm !
Diketahui :
L = 24 cm2
a = 6 cm
ditanya :
t . . . . ?
jawab :
L = ½ x a x t
24 = ½ x 6 x t
48 = 6t
48/6 = t
8 cm = t
Jadi tinggi segitiga tersebut 8 cm.

Bunyi Hukum Archimedes


Hukum Archimedes merupakan salah satu hukum fisika yang masih berhubungan dengan tekanan hidrostatis. Hukum Archimedes membahas tentang gaya apung atau gaya ke atas dan gaya berat suatu benda terhadap fluida ztau zat cair tempat benda itu berada.

Bagaimana asal mula penemuan hukum Archimedes ?
Arcimedes adalah seorang insinyur dan ilmuwan berkebangsaan Italia yang hidup pada 2 abad sebelum masehi. Pada saat itu raja memerintahkan Arcimedes untuk melakukan penyelidikan apakah mahkota yang digunakan raja terbuat dari logam asli atau logam palsu dengan syarat tidak merusak mahkota tersebut. Archimedes mendapat inspirasi ketika sedang berendam. Ketika Archimedes masuk ke dalam bak air untuk berendam ada sebagian air yang keluar dari bak tempat ia berendam. Dari situlah Archimedes mendapat ide lalu berteriak “eureka” yang artinya aku menemukan. Untuk mengekspresikan kegembiraannya Arhimedes langsung berlari keluar rumah tanpa memakai sehelai kainpun yang menutupi tubuhnya.

Archimedes membuat kesimpulan bahwa “apabila seluruh atau sebagian permukaan benda dimasukkan atau dicelupkan ke dalam suatu zat cair maka benda tersebut akan mengalami suatu gaya ke atas yang sama besar dengan berat zat cair yang dipindahkannya” pernyataan tersebut kemudian dikenal dengan bunyi hukum Archimedes.

Hukum Archimedes dirumuskan :


Akibat bunyi hukum Archimedes tersebut maka ketika suatu benda dimasukkan ke dalam suatu zat cair, benda tersebut mungkin akan terapung atau berada di atas permukaan zat cair. Benda juga dimungkinkan akan melayang yaitu berada ditengah-tengah zat cair atau benda akan tenggelam yaitu berada di dasar zat cair. Kapan dan mengapa benda dapat terapung, melayang dan tenggelam ? berikut urainanya :
a. Benda akan terapung jika massa jenis benda lebih kecil daripada massa jenis zat cair tempat benda tersebut berada.
Contoh : gabus akan terapung di atas permukaan ar karena massa jenis gabus lebih kecil dari massa jenis air.
b. Benda akan melayang jika massa jenis benda sama dengan massa jenis zat cair tempat ia berada.
Contoh : telur ayam akan melayang jika dimasukkan ke dalam air garam karena massa jenis telur ayam sama dengan massa jenis air garam.
c. Benda akan tenggelam jika massa jenis benda lebih besar daripada massa jenis zat cair tempat benda tersebut berada.
Contoh : paku akan tenggelam ketika dimasukkan ke dalam air karena massa jenis paku lebih besar daripada massa jenis air.



Demikianlah sekilas tentang hukum Archimedes, semoga bermanfaat.

Sistem Pencernaan pada Manusia


Bagaimana sistem pencernaan pada manusia ? sistem pencernaan manusia melibatkan beberapa organ, diantaranya mulut, kerongkongan, lambung, usus, dan anus. Untuk lebih jelasnya perhatikan uraian berikut.


Sistem pencernaan pada manusia dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pencernaan secara kimiawi dan pencernaan secara mekanik. Pencernaan kimiawi ialah pencernaan makanan dengan bantuan enzim-enzim pencernaan, sedangkan sistem pencernaan mekanik ialah sistem pencernaan makanan dengan bantuan alat pencernaan.

Alat-alat pencernaan pada manusia :

1. Mulut
Makanan pertama kali masuk ke dalam mulut. Di dalam mulut terdapat beberapa alat pencernaan, yaitu :
a. Gigi
Gigi berfungsi untuk memotong dan mengunyah makanan yang masuk ke dalam mulut. Gigi manusia dibedakan menjadi gigi taring, gigi seri,  dan gigi geraham.
b. Lidah
Lidah berfungsi untuk menahan makanan pada saat dikunyah dan mendorong makanan masuk ke dalam kerongkongan.
c. Kelenjar ludah
Kelenjar ludah memproduksi enzim ptialin yang berfungsi untuk mengubah zat tepung menjadi gula. Enzim ptialin memberikan rasa manis pada makanan.
Di dalam mulut makanan mengalami pencernaan mekanik dengan bantuan gigi dan ludah, dan pencernaan kimiawi dengan bantuan enzim ptialin.

2. Kerongkongan
Makanan hanya numpang lewat di kerongkongan untuk menuju lambung. Kerongkongan melakukan gerak peristaltik, yaitu gerakan meremas dan mendorong makanan menuju satu arah yaitu menuju lambung.

3. Lambung
Lambung melakukan pencernaan mekanik dengan bantuan otot-otot lambung dan pencernaan kimiawi dengan bantuan enzim yang diproduksi oleh lambung.
 Berikut enzim pencernaan yang diproduksi oleh lambung :
a. Renin , berfungsi mengendapkan kasein yang terkandung di dalam susu
b. Pepsin. berfungsi mengubah protein menjadi pepton
c. HCL, berfungsi membunuh kuman yang masuk bersama makanan

4. Usus duabelas jari
Usus duabelasjari menghubungkan lambung dengan usus halus. Usus ini berukuran 12 jari orang dewasa. Di dalam usus 12 jari terdapat enzim yang berasal dari pankreas dan hati, enzim tersebut kemudian disalurkan ke dalam usus halus. Enzim tersebut diantaranya tripsin, lipase, disakarase, dipeptidase, dan enterokinase.

5. Usus halus
Di dalam usus halus makanan mengalami pencernaan kimiawi dengan bantuan enzim yang dihasilkan oleh pankreas dan hati. Di dalam usus halus terjadi proses penyerapan sari-sari makanan. Sari-sari makanan tersebut diedarkan oleh darah ke seluruh tubuh.

6. Usus besar
Di dalam usus besar sudah tidak terjadi pencernaan makanan, yang ada hanyalah penyerapan air dan garam mineral pada sisa sari-sari makanan yang tidak diserap oleh usus halus. Di dalam usus besar terdapat bakteri Escherichia coli yang berperan dalam proses pembusukan sari-sari makanan di dalam usus besar.

7. Anus
Sisa sari makanan yang sudah mengalami pembusukan dan penyerapan air kemudian dikeluarkan dari dalam tubuh oleh anus dalam bentuk feces.

Demikianlah proses pencernaan makanan pada manusia, semoga bermanfaat.

Rabu, 11 Maret 2015

Sistem Pencernaan pada Hewan Ruminansia (sapi)

Bagaimana sistem pencernaan makanan pada hewan ruminansia ? Hewan ruminansia merupakan hewan memamah biak pemakan tumbuhan (herbivora). Contoh hewan ruminansia ialah sapi, kambing, kerbau. Sistem pencernaan hewan ruminansia lebih kompleks dibandingkan pencernaan makanan pada hewan lainnya.

Sistem pencernaan hewan ruminansia terdir
i dari mulut, esofagus atau kerongkongan, lambung, usus dan anus.

Mekanisme pencernaan makanan pada hewan ruminansia :

Salahsatu contoh hewan ruminansia ialah sapi. Artikel ini akan menguraikan sistem pencernaan pada sapi. 


Makanan pertama kali masuk ke dalam mulut. Di dalam mulut hewan ruminansia terdapat alat-alat pencernaan seperti :
a. Gigi : Gigi sapi tersusun dari gigi seri yang berguna untuk menjepit makanan dan gigi geraham untuk mengunyah makanan.
b. Lidah : lidah sapi sangat pendek dan berguna untuk mendorong makanan menuju lambung.
c. Saliva : merupakan cairan atau enzim khusus yang dihasilkan oleh kelenjar khusus pada sapi dan disalurkan ke dalam cavitas oral. Saliva berperan dalam proses pencernaan kimiawi.

Lambung sapi berbeda dengan lambung manusia. Lambung sapi berukuran besar. Lambung (merupakan organ pencernaan yang sangat vital bagi sapi. Lambung sapi terdiri dari empat bagian yaitu rumen (perut besar), retikulum (perut jala), omasum (perut kitab), dan abomasum (perut masam). Di dalam perut besar (rumen) sapi terjadi pencernaan fermentatif dengan bantuan mikroba bakteri dan pencernaan hidrolik dengan bantuan enzim pencernaan.

Makanan dari mulut melewati kerongkongan kemudian masuk ke dalam perut besar (rumen) dan terjadi proses fermentasi dengan bantuan mikroba. Makanan dicerna hingga menjadi bubur dengan gerakan mengaduk yang dilakukan oleh dinding rumen. Kemudian makanan kembali ke mulut dan dikunyah pada saat sapi sedang santai beristirahat. Setelah dikunyah untuk yang kedua kalinya makanan masuk ke dalam perut jala (retikulum). Di dalam retikulum makanan kembali mengalami proses fermentasi dengan bantuan bakteri anaerob dan protozoa. Di dalam retikulum juga terjadi proses absorpsi dan penahan benda-benda asing yang masuk bersama makanan agar tidak masuk ke dalam omasum. Di dalam omasum atau perut kitab terjadi proses pencernaan makanan dengan bantuan enzim pencernaan. Dan selanjutnya makanan masuk ke dalam abomasum. Abomasum juga disebut lambung sebenarnya, disini makanan akan dicerna dengan bantuan enzim pencernaan yang dihasilkanoleh abomasum. Sel parietal menghasilkan HCL sedangkan sel mukosa menghasilkan pepsinogen, keduanya akan bereaksi membentuk pepsin. Setelah melewati proses pencernaan makanan di dalam abomasum, selanjutnya makanan bergerak menuju usus halus. Usus halus pada sapi berukuran 40 meter. Di dalam usus halus makanan terjadi proses absorpsi dan fermentasi. Sisa sisa makanan akan dikeluarkan melalui anus.

Demikianlah sekilas tentang pencernaan pada hewan ruminansia (sapi), semoga bermanfaat.



Senin, 09 Maret 2015

Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari


Pernahkah kamu melihat gerhana matahari dan gerhana bulan ? gerhana merupakan fenomena alam yang diakibatkan oleh pergerakan bumi dan bulan. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa bulan bergerak mengelilingi bumi dan bersama sama dengan bumi, bulan bergerak mengelilingi matahari. Bulan dan bumi merupakan benda langit yang tidak memancarkan cahaya sendiri, tetapi memantulkan cahaya matahari. Karena bumi dan bulan berbentuk bulat maka hanya sebagian permukaan bumi dan bulan saja yang mendapat cahaya matahari, sedangkan bagian yang lain akan terbentuk bayangan. Ada dua jenis bayangan yang dibentuk yaitu umbra dan penumbra. Umbra adalah bayangan inti yang sangat gelap, sedangkan penumbra adalah bayangan semu yang terbentuk disekitar bayangan inti.

Seperti yang sudah disebutkan di atas gerhana merupakan suatu fenomena alam.
Ada dua jenis gerhana, yaitu gerhana bulan dan gerhana matahari.
1.Gerhana Bulan
Gerhana bulan terjadi apabila matahari, bumi dan bulan berada pada satu garis lurus. Gerhana bulan terjadi saat malam hari pada fase bulan purnama. Gerhana bulan terjadi karena cahaya matahari yang diterima bulan terhalang oleh bumi sehingga posisi bulan berada di dalam bayang-bayang bumi. bayang-bayang bumi dibedakan menjadi umbra dan penumbra.

Gerhana bulan dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu
:
a. Gerhana bulan total
Gerhana bulan total atau gerhana bulan sempurna terjadi jika posisi bulan berada pada bayangan inti (umbra) bumi sehingga seluruh permukaan bulan tertutup oleh bayangan bumi. Gerhana bulan total berlangsung selama ±1 jam 40 menit.
b. Gerhana bulan sebagian
Gehana bulan sebagian atau gerhana bulan parsial terjadi jika hanya sebagian permukaan bulan masuk ke dalam bayangan inti (umbra) bumi dan bulan bergerak masuk ke dalam daerah penumbra bumi.

2.Gerhana Matahari
Gerhana matahari terjadi jika matahari, bulan dan bumi berada pada satu garis lurus. Gerhana matahari terjadi pada siang hari dan pada fase bulan baru atau bulan mati. Gerhana matahari terjadi karena cahaya matahari yang seharusnya diterima oleh bumi terhalang oleh bula sehingga bagian bumi menjadi gelap. Karena ukuran bulan lebih kecil daripada bumi maka hanya sebagian tempat dibumi yang mengalami gerhana matahari.


Gerhana matahari dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu :
a.Gerhana matahari total
seperti yang sudah disebutkan di atas, hanya sebagian tempat dibumi yang mengalami gerhana matahari. Gerhana matahari total hanya akan terjadi di permukaan bumi yang terkena bayangan umbra bulan. Terjadinya gerhana matahari total selalu diawali dan diakhiri oleh gerhana matahari sebagian.
b.Gerhana matahari sebagian
gerhana matahari sebagian hanya akan terjadi di permukaan bumi yang terkena bayangan penumbra bulan.
c.Gerhana matahari cincin
gerhana matahari cincin hanya akan terjadi di permukaan bumi yang terkena lanjutan dari bayangan umbra bulan. Hal ini disebabkan karena posisi bulan berada pada titik terjauhnya dari bumi.

demikianlah seklas tentang gerhana bulan dan gerhana matahari, semoga bermanfaat.

Sabtu, 07 Maret 2015

Galaksi dan ciri-cirinya


Galaksi merupakan kumpulan dari beberapa tatasurya dan bintang. Galaksi juga diartikan sebagai sistem perbintangan yang terdiri dari milyaran bintang dan benda langit lainnya yang beredar mengelilingi pusat galaksi secara teratur. Jarak bintang dalam satu galaksi ribuan tahun cahaya, semakin mendekati pusat galaksi jarak bintang semakin dekat.

Secara umum, galaksi mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
a. galaksi mempunyai inti dari sebuah sistem galaksi
b. sistem galaksi melakukan rotasi
c. masing-masing galaksi mempunyai bentuk tertentu
d. jarak antar galaksi jutaan tahun cahaya

Ada dua teori yang mengemukakan proses terbentuknya Galaksi, yaitu :
a. Teori Top-Down
Teori top down mengemukakan pada mulanya galaksi terbentuk dari awan gas yang besar dan padat. Awan tersebut kemudian terpecah membentuk galaksi melalui suatu proses kontraksi awan gas. Bintang bintang terbentuk dari proses kontraksi awan yang dipengaruhi oleh gaya gravitasi
b. Teori Botton-Up
Teori Botton-up mengemukakan pada mulanya galaksi terbentuk bagian-bagian awan kecil yang bersatu menjadi besar akibat adanya gaya gravitasi.

Bentuk-bentuk galaksi :



a. Elips
sekitar 20 % galaksi yang ada di jagad raya berbentuk elips. Struktur galaksi berbentuk elips tidak telihat dengan jelas.
c. Spiral
Sekitar 75 % galaksi di jagad raya berbentuk spiral. Galaksi spiral terdiri dari bintang tua dan bintang muda. Galaksi spiral berotasi lebih cepat dibanding galaksi yang lain.
c. Tak Beraturan
Hanya 5 % galaksi yang bentuknya tidak beraturan. Galaksi tak beraturan terdiri dari bintang tua dan bintang muda.

Ada jutaan galaksi yang terdapat di alam semesta. Berikut beberapa galaksi diantranya :
Galaksi bimasakti
Bumi yang kita tempati merupakan bagian dari galaksi bimasakti.
Ciri-ciri galaksi bimasakti (galaksi milky way) :
1. Galaksi Berbentuk spiral
2. Garis tengah galaksi bimasakti sekitar 100.000 tahun cahaya
3. Galaksi bimasakti berotasi pada intinya
4. Galaksi bimasakti tampak seperti kepingan cakram

Galaksi Magellan
Ciri – ciri galaksi Magellan:
a. Berjarak kira – kira 150.000 tahun cahaya dari galaksi mimasakti.
b. Merupakan salah satu galaksi terdekat dari Galaksi Bimasakti.
c. Sebagian kabut Galaksi Magellan masuk kedalam gugus Bimasakti.

Galaksi Andromeda
Ciri – ciri galaksi Andromeda :
a. Berjaraknya 2.000.000 tahun cahaya dari Galaksi Bimasakti.
b. Berbentuk spiral
c. Inti galaksi andromeda sangat terang dan dikelilingi bintang dengan spektrum warna merah jambu.
d. Spiral Galaksi Andromeda berwarna biru tua karena terdsusun dari bintang bintang yang bermassa besar.

Galaksi Dolar Perak (Silver coin atau Scluptor atau NGC 253)

Ciri – ciri galaksi dolar perak :
a. Berjaraknya 13.000.000 tahun cahaya dari Galaksi Bimsakti.
b. Galaksi dolar perak berbentuk spiral pipih.

Galaksi Roda Bitu (Blue Pin Wheel)
Ciri – ciri galaksi roda biru :
a. Berjarak 2 tahun cahaya dari Galaksi Bimasakti.
b. Berbentuk spiral kecil.
c. Galaksi rodabiru merupakan galaksi kecil yang dekat dengan bumi, sehingga bintang-bintang anggota galaksi rodabiru dapat diamati astronom dengan jelas..

Galaksi Pusaran Air
Ciri – ciri galaksi pusaran air :
a. Berjaraknya 14.000.000 tahun cahaya dari Galaksi Bimasakti.
b. Bagian tengah galaksi pusaran air terdapat bintang yang sangat terang.
c. Galaksi pusaran air berbentuk spiral

Galaksi Ursa Mayor
Ciri – ciri galaksi ursa mayor :
a. Berjaraknya 10.000.000 tahun cahaya dari Galaksi Bimasakti.
b. Galaksi ursa mayor berbentuk elips dan rapat.

Galaksi Sombrero (M104 atau NGC4594)
Ciri – ciri galaksi Sombreno
a. Berjaraknya 28.000.000 dari Galaksi Bimaksakti.
b. Galaksi sombreno berbentuk spiral
c. Terletak diantara rasi bintang virgo.
d. Inti galaksi sombreno sangat terang.

Galaksi Supernova 1987A
Ciri – ciri galaksi supernova:
a. Galaksi supernova 1987A mempunyai cincin
b. Galaksi supernova 1987A mempunyai satu bintang yang sangat terang

The Whir Pool Galaxy (M51a atau NGC 5194)

Ciri – ciri The Whir Pool Galaxy (M51a atau NGC 5194) :

a. Berjaraknya kira 234.000.000 tahun cahaya dari Galaksi Bimasakti.
b. The Whir Pool Galaxy (M51a atau NGC 5194) berbentuk spiral
c. The Whir Pool Galaxy (M51a atau NGC 5194) dapat diamati menggunakan teropong biasa

Galaksi Mata Hitam (Black Eye)
Ciri – ciri galaksi mata hitam :
a. Berjaraknya 17.000.000 tahun cahaya dari Galaksi Bimasakti.
b. Inti galaksi mata hitam terang tetapi cincinnya berkabut gelap
c. Galaksi Mata hitam berbentuk spiral.

Kamis, 05 Maret 2015

Pengertian Revolusi Bumi dan Akibat Revolusi Bumi


Pengertian Revolusi Bumi
Selain berputar pada porosnya atau berotasi, bumi juga berputar mengelilingi matahari yang disebut revolusi bumi. waktu yang diperlukan untuk melakukan satu kali revolusi disebut kala revolusi. Kala revolusi bumi 365 ¼ hari atau biasa disebut 1 tahun masehi. Daerah yang ditempuh atau dilewati bumi ketika melakukan revolusi disebut bidang ekliptika. Sama halnya dengan rotasi bumi, revolusi bumi juga tidak dapat dirasakan oleh manusia tetapi hanya dapat dirasakan akibatnya.

Berikut akibat revolusi bumi :

1. Terjadinya gerak semu tahunan matahari


Matahari tidak selalu terlihat berada di daerah khatulistiwa, tetapi kadangkala berada pada daerah utara khatlistiwa dan daerah selatan khatulistiwa. Matahari seolah-olah tepat berada di daerah khatulistiwa pada tanggal 21 maret kemudian matahari seolah-olah bergerak ke utara dan setelah mencapai 23.5⁰ Lintang Utara atau garis balik utara pada 21 juni matahari seolah-olah bergerak kembali ke khatuistiwa. Pada 23 september matahari seolah-olah berada di daerah khatulistiwa dan matahari seolah-lah bergerak keselatan dan setelah mencapai 23.5⁰Lintang Selatan atau garis balik selatan pada 22 Desember, matahari akan kembali bergerak menuju khatulistiwa.

2. Terjadinya perbedaan lamanya waktu siang dan malam
ketika berevolusi sumbu bumi miring 23.5⁰ yang disebut sudut inklinasi. Ada kalanya bagian utara bumi lebih condong atau miring sehingga solah-olah matahari berada di bagian utara khatulistiwa bumi. hal ini menyebabkan bagian utara bumi lebih banyak mendapat sinar matahari sehingga lebih lama mengalami waktu siang sedangkan bagian selatan khatulistiwa lebih sedikit mendapat sinar matahari sehingga lebih lama mengalami waktu malam. Begitupun sebaliknya ketika bagian selatan bumi condong ke matahari maka bagian selatan khatulistiwa bumi akan lebih banyak mendapat sinar matahari dan mengalami siang yang lebih lama.

3. Terjadinya pergantian musim
Selain mengakibatkan gerak semu tahunan matahari dan perbedaan lamanya waktu siang dan malam. Revolusi bumi juga menyebabkan terjadinya pergantian musim.
a. Pada 21 Maret - 21 Juni, belahan bumi utara mengalami musim semi sedangkan belahan bumi selatan mengalami musim gugur.
b. Pada 21 Juni – 23 September, belahan bumi utara mengalami musim panas sedangkan belahan bumi selatan mengalami musim dingin.
c. Pada 23 September – 22 Desember, belahan bumi utara mengalami musim gugur sedangkan belahan bumi selatan mengalami musim semi.
d. Pada 22 Desember – 21 maret, belahan bumi utara mengalami musim dingin sedangkan belahan bumi selatan mengalami musim panas.



4. Terlihatnya rasi bintang yang berbeda-beda
Rasi bintang merupakan sekumpulan bintang-bintang yang membentuk pola-pola tertentu dilangit. Bumi yang terus berevolusi menyebabkan pengamat di bumi melihat bintang dari arah yang berbeda. Pada saat matahari berada di sebelah matahari pengamat dibumi hanya dapat melihat rasi bintang yang berada di sebelah timur matahari. Misalnya pada bulan Februari akan terlihat rasi bintang Aquarius sedangkan rasi bintang Leo akan terlihat pada bulan Agustus.

Demikianlah sekilas tentang pengertian revolusi bumi dan akibat revolusi bumi, semoga bermanfaat.