Sabtu, 31 Agustus 2013

Penelitian Historis

Historical research atau yang kita kenal dengan penelitian historis merupakan suatu penelitian yang digunakan untuk merekonstruksi suatu kondisi di masa lalu secara sistematik, objektif dan juga secara akurat. Dengan melalui penelitian ini maka bukti-bukti akan dievaluasi dan di analisis serta kemudian di sintesiskan. Untuk selanjutnya akan dirumuskan suatu kesimpulan atas bukti-bukti tersebut.

Penelitian historis umumnya data yang didapatkan berasal dari catatan-catatan, laporan verbal maupun artifak-artifak. Sementara hasil penelitiannya dapat berupa narasi deskriptif atau bisa juga analisis terhadap suatu peristiwa yang telah lama terjadi. Adapun beberapa ciri yang paling dominan dalam penelitian historis, seperti :
  • Penelitian adakalanya akan lebih bergantung terhadap hasil observasi orang lain ketimbang hasil sendiri.
  • Data penelitian didapatkan dari observasi yang cermat, didapatkan dari sumber terpercaya dan datanya harus otentik dan objektif. 
  • Data yang didapatkan harus bersifat sistematik berdasarkan urutan peristiwa, serta harus bersifat tuntas.
  • Mensyaratkan data perlengkap dan juga data pokok. Data pokok tersebut bersumber atas penelitian yang dilakukan secara langsung baik dengan melakukan observasi ataupun benar-benar menyaksikan suatu kejadian yang dituliskan dalam laporan penelitian. Sementara data perlengkap didapatkan dari penelitian yang dihasilkan oleh orang lain.
  • Perlu adanya kritik internal maupun eksternal. Kritik eksternal bisa dilakukan dengan memberikan pertanyaan seperti, apa dokumen ini bersifat realistik atau autentik? Sedangkan untuk kritik internal bisa dilakukan dengan menanyakan, apakah data tersebut relevan atau akurat?. Jadi kritik internal dan eksternal pulalah yang membuat penelitian historis menjadi bersifat ketat dan tertib
  • Seorang peneliti harus mengumpulkan data dengan tuntas, dan bukan mengumpulkannya secara tertulis dan yang dilihat saja. Melainkan harus menggali lebih lanjut lagi. Data-data terus digali dan kemudian di rekonstruksi kembali.
Sementara langkah umum dalam melakukan penelitian historis yaitu :
  • Merumuskan dan juga mengidentifikasi masalah.
  • Mengidentifikasi permasalahan dengan memberikan berbagai pertanyaan.
  • Merumuskan tujuan suatu penelitian serta apabila memungkinkan, maka juga menyusun hipotesis yang hendak digunakan sebagai arah fokus sebuah penelitian.
  • Membedakan data sekunder dan data primer, Kemudian data tersebut dikumpulkan. Dalam pengumpulan ini biasanya dibutuhkan lembaran catatan.
  • Yang terakhir menuangkan suatu hasil penelitian berupa laporan tertulis.

Jumat, 30 Agustus 2013

Matrik Penelitian

Matrik penelitian bisa kita katakan sebagai gambaran penelitian itu sendiri. Di dalam matrik penelitian biasanya terdapat beberapa hal yang harus kita isikan seperti judul, rumusan masalah, tujuan dari penelitian, hipotesis (apabila ada), populasi dan juga matrik itu sendiri.

Adapun untuk mengetahui lebih jelas perhatikan ulasan berikut.

1. Judul
Disini kita menuliskan judul penelitian yang dilakukan, seperti biasa judul bisa di dapatkan setelah melakukan penelitian. Sebab judul dan tema itu berbeda

2. Rumusan masalah
Di dalam rumusan masalah, disini kita menuliskan beberapa pertanyaan yang bisa diajukan. Pertanyaan tersebut di buat untuk memberi arahan mengenai penelitian yang dilakukan.

3. Batasan masalah
Di sini dilakukan batasan-batasan masalah supaya seorang peneliti tidak keluar dari jalur permasalahan yang telah ditentukan.

4. Tujuan penelitian
Tujuan penelitian berisikan tujuan-tujuan yang hendak di ketahui dengan dilakukannya penelitian itu sendiri. Biasanya tujuan berisikan lebih dari satu, sehingga penelitian yang dilakukan bisa untuk mengetahui banyak hal.

5. Populasi
Populasi merupakan jumlah dari objek yang hendak diteliti, jadi ini merupakan kumpulan data-data yang menjadi bahan penelitian. Begitu juga dengan sampel dan sampling.

6. Matrik
Di dalam penyusunan matrik, diantaranya meliputi variabel, indikator, data yang hendak di gali maupun teknik untuk pengumpulan data yang dilakukan. Beberapa variabel biasanya di muat di dalamnya, selain itu indikator-indikator yang berpengaruh juga menjadi bahan masukan penelitian, Biasanya data yang digali ada beberapa hal termasuk di antaranya hal-hal yang hendak digali lebih jauh dengan dilakukannya penelitian tersebut. Adapun teknik pengumpulan data juga dimuat di dalamnya, teknik tersebut bisa berupa pengamatan, kuisoner maupun dengan teknik angket.

Biasanya matrik penelitian di buat dalam bentuk tabel, jadi tabel tersebut disusun berdasarkan informasi maupun data-data yang ada. Dengan menyusun matrik penelitian itulah seorang peneliti bisa lebih mudah dalam memberikan gambaran mengenai penelitian yang di lakukan termasuk judul, rumusan masalah, tujuan dan sebagainya. Selain itu matrik penelitian biasa digunakan untuk memudahkan dalam melakukan skripsi, sebab dengan begitu semua akan lebih berjalan terstruktur dan bisa mendapatkan hasil penelitian sesuai dengan yang di inginkan.

Kamis, 29 Agustus 2013

Desain Penelitian Kualitatif

Di dalam penelitian kualitatif, untuk bentuk desain sebuah penelitian memang dimungkinkan untuk bervariasi. Hal ini sesuai berdasarkan bentuk alami dari penelitian kualitatif yang memiliki sifat emergen yang mana suatu fenomena bisa muncul sesuai apa yang di temui peneliti ketika melakukan penelitian di lapangan.

Pendekatan kualitatif sendiri memang memberikan beragam pilihan desain penelitian. Namun desain-desain itu lebih bersifat aplikatif sehingga dapat mudah diterapkan dalam suatu penelitian. Jadi seorang peneliti bisa menentukan model yang sesuai untuk digunakan. Secara umum, ketika meneliti masyarakat misalnya, atau bisa juga sekumpulan individu, maka penelitian kualitatif menawarkan setidaknya tiga desain yaitu :

Penelitian lapangan
Desain ini digambarkan sebagai ragam metode guna memperoleh informasi di lapangan. Jadi peneliti yang menggunakan desain ini harus mempunyai kecerdasan maupun keahlian individu untuk bertindak dan berpikir ketika di lapangan. Sementara tujuan dilakukannya penelitian lapangan yaitu untuk mendapatkan pemaknaan sosial melalui berbagai perspektif di dalam konteks masyarakat atau sosial.

Etnometodologi dan Etnografi
Ini adalah ragam desain suatu penelitian yang detail daripada penelitian lapangan. Etnografi di definisikan sebagai kumpulan cara yang dipergunakan untuk menggambarkan cara pandang maupun budaya mereka melalui sebuah fenomena. Tidak jauh berbeda dengan etnografi, untuk etnometodologi menggunakan cara mendalam atas fenomena yang terjadi di masyarakat. Dalam desain penelitian ini kebenaran yang mereka cari di asumsikan tidak bersifat kaku dan sudah terbentuk, bersifat cair serta tidak stabil. Oleh karena itu diperlukan keterlibatan yang lebih jauh lagi dengan melakukan observasi dan partisipatif supaya mendapatkan hasil yang sesuai.

Studi kasus
Desain ini umumnya dilakukan dalam penelitian sebuah topik yang spesifik. Selain itu desain penelitian ini adalah penjelasan komprehensif serta uraian mengenai berbagai aspek atas sebuah kelompok ataupun individu. Ia mencoba untuk mengkaji sebuah kasus secara khusus dan maksimal yang bertujuan bisa memberikan pandangan secara lengkap atas subjek yang di teliti.

Penelitian kualitatif juga dapat dipandang sebuah penelitian partisipasi yang mana desain penelitiannya mempunyai sifat yang fleksibel atau dapat diubah menyesuaikan rencana yang sudah di buatnya dengan melihat gejala yang terdapat pada tempat penelitian sebenarnya. Sehingga untuk mendapatkan desain penelitian yang baik, seorang peneliti harus memperhatikan beberapa hal :
  • Seorang peneliti harus menaruh minat atas tema maupun topik yang lazimnya masih bersifat umum.
  • Permasalahan di analisis dan diidentifikasi guna menarik pertanyaan yang berhubungan dengan fokus permasalahan.
  • Seorang peneliti harus mengetahui orang yang mengetahui informasi-informasi yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil penelitian.
  • Hendaknya penelitian mengetahui sebuah metode yang sesuai untuk digunakan agar permasalahan cepat terselesaikan.

Rabu, 28 Agustus 2013

Data Hasil Penelitian

Aktivitas dalam sebuah penelitian memang tidak lepas dari keberadaan data yang seperti kita tahu merupakan bahan baku untuk informasi serta bisa memberikan gambaran yang spesifik atas objek penelitian. Adapun dengan melakukan suatu penelitian tentu akan mendapatkan data dari hasil penelitian yang dilakukan. Data hasil tersebut bisa berasal dari berbagai macam sumber yang telah dikumpulkan serta di olah dengan berbagai teknik selama kegiatan penelitian itu dilakukan. Data hasil penelitian sendiri bisa digolongkan menjadi dua. Yaitu berdasarkan sumbernya maupun berdasarkan sifatnya.

Data berdasarkan sumbernya
Data hasil penelitian ini bisa dikelompokkan menjadi dua, yaitu :

1. Data primer
Data ini di dapatkan ataupun dihasilkan melalui sebuah penelitian langsung dari sumber datanya. Sehingga data primer ini juga disebut sebagai data baru atau data asli yang bersifat up to date. Seorang peneliti untuk bisa mendapatkan data ini harus mengumpulkannya dengan cara langsung. Peneliti bisa menggunakan teknik observasi, diskusi, wawancara maupun penyebaran kuisoner untuk mendapatkannya.

2. Data sekunder
Data ini di dapatkan atau bisa juga dihasilkan peneliti dari sumber yang telah ada. Jadi data hasil penelitian ini diperoleh melalui berbagai macam sumber seperti jurnal, laporan, buku dan sebagainya.

Data berdasarkan sifatnya
Data hasil penelitian berdasarkan sifat maupun bentuknya juga dapat dibedakan menjadi 2 jenis. Yaitu :

1. Data kualitatif
Data ini dinyatakan bukan dalam bentuk angka melainkan berbentuk kata-kata. Data ini dihasilkan dengan melalui berbagai teknik pengumpulan data, contohnya seperti wawancara, diskusi, analisis dokumen maupun observasi. Adapun bentuk lain dari data kualitatif berupa gambar yang didapatkan dari hasil rekaman video ataupun pemotretan.

2. Data kuantitatif
Data hasil penelitian ini berupa angka maupun bilangan. Sama seperti bentuknya data ini bisa di olah atau bisa di analisis dengan menggunakan teknik perhitungan statistika dan matematika. Berdasarkan cara atau prosesnya untuk menghasilkannya, data kuantitatif bisa dikelompokkan dalam 2 bentuk seperti :
  • Data diskrit, data ini berupa angka atau bilangan yang didapatkan melalui cara membilang.
  • Data kontinum, data ini berupa angka atau bilangan yang dihasilkan atas pengukuran. 

Selasa, 27 Agustus 2013

Penelitian Case Control

Penelitian case control merupakan penelitian jenis analitik observasional yang dilakukan dengan cara membandingkan antara kelompok kasus dan kelompok kontrol berdasarkan status paparannya. Hal tersebut bergerak dari akibat ( penyakit ) ke sebab ( paparan ). Ciri-ciri dari penelitian case control adalah pemilihan subyek yang didasarkan pada penyakit yang diderita, kemudian lakukan pengamatan yaitu subyek mempunyai riwayat terpapar faktor penelitian atau tidak.

Penelitian case control dapat digunakan untuk mencari hubungan seberapa jauh faktor resiko mempengaruhi terjadinya suatu penyakit. Misalnya adalah hubungan antara intensitas atau jangka waktu penyemprotan nyamuk demam berdarah ( Fooging ) dengan seberapa banyak warga yang terjangkit penyakit DBD.

Penelitian observasional :
• Penelitian awalnya harus dilakukan berdasarkan kelompok kontrol atau kasus

• Kelompok kontrol digunakan agar lebih memperjelas tentang ada atau tidak dalam hubungan sebab akibat

• Adanya hipotesis yang lebih spesifik dan diuji secara statistik

• Resiko yang ditanggung dalam setiap kelompok sama

• Dalam penelitian kasus kontrol, yang dibandingkan adalah pengalaman oleh faktor resiko antara kelompok kasus dengan kelompok kontrol

• Perhitungan besarnya resiko relatif hanya melalui perkiraan atau melalui perhitungan ( Odds Ratio ).

Keuntungan
• Sifatnya relatif murah dan mudah

• Periode yang digunakan dalam jangka waktu yang lama

• Dapat digunakan untuk meneliti suatu penyakit langka

• Digunakan untuk mengetahui pengatuh dari penyakit yang ditimbulkan

Kelemahan
• Alur metodologi inferensi kasula yang bertentangan dengan logika normal

• Tidak dapat menghitung laju insidensi

• Sulit untuk mengetahui informasi validasi

• dipilih dua populasi secara terpisah dalam kelompok kasus dan kontol

• Banyaknya faktor resiko yang akan dirasakan

Kemudian selanjutnya adalah kriteria pemilihan kasus :
• Para Kriteria diagnosis dan inklusi dibuat dengan jelas

• Biasanya berasal dari populasi masyarakat

Kriteria Pemilihan Kontrol :
• Mempunyai potensi oleh faktor resiko yang sama dengan kelompok kasus

• Tidak menderita penyakit yang di teliti

• Bersedia ikut dalam penelitian

Tahapan penelitian case control diantaranya adalah :
a) Identifikasi variabel-variabel penelitian ( faktor resiko dan efek )

b) Menentukan objek mana yang akan diteliti, menggunakan sampel dan populasi

c) Mengidentifikasi kasus

d) Pemilihan subyek sebagai kontrol

e) Pengukuran yang digunakan adalah retrospektif atau melihat ke belakang dan melihat resiko yang akan diterima

f) Analisis dilakukan dengan membandingkan antara variabel objek dengan kontrol

Semoga artikel di atas bermanfaat.

Senin, 26 Agustus 2013

Pengertian Penelitian Deskriptif

Penjelasan pengertian penelitian deskriptif ialah salah satu cara penelitian dengan menggambarkan serta menginterpretasi suatu objek sesuai dengan kenyataan yang ada, tanpa dilebih-lebihkan. Penelitian deskriptif sering disebut sebagai noneksperimen, dikatakan demikian karena penelitian ini seseorang yang meneliti tidak melakukan manipulasi variabel dan juga selalu mengutamakan fakta, sehingga peneliti ini murni menjelaskan dan menggambarkannya.

Jika pada penelitian biasanya menggunakan suatu proses pengujian, maka pada metode deskriptif, sang peneliti hanya menggunakan relasi antar variabel, mengembangkan suatu teori yang telah dikemukakan dan memiliki suatu validitas universal, pengujian hipotesis serta pengembangan generalisasi. Penelitian deskriptif dijalankan dengan cara mengumpulkan data yang kemudian data tersebut guna mengetes pertanyaan atau hipotesis dengan kejadian yang dialami saat ini. hal ini dilakukan agar peneliti dapat mengerti fakta yang terjadi pada suatu masalah yang terjadi. Setelah objek tersebut telah diteliti, maka mereka melaporkan data tersebut apa adanya sesuai kenyataan.

Tujuan utama dalam melakukan penelitian deskriptif ialah untuk menggambarkan situasi atau objek dalam fakta yang sebenarnya, secara sistematis dan karakteristik dari subjek dan objek tersebut diteliti secara akurat, tepat dan sesuai kejadian yang sebenarnya. Karena penelitian deskriptif sangat berguna untuk dijadikan laporan pada suatu penelitian, maka saat ini banyak sekali peneliti yang memakai metode deskriptif untuk mendapatkan keunikan permasalahan yang kaitannya dengan berbagai bidang pendidikan hingga perilaku manusia.

Bukan hanya peneliti professional saja yang menggunakan cara deskriptif tersebut, melainkan peneliti muda yang tertarik menggunakan penelitian tersebut, data yang disajikan lebih real, dan juga bentuk yang sederhana dan mudah untuk dipahami tanpa memerlukan teknik statistik yang sulit dan kompleks. Meskipun yang dibahas lebih ke arah yang kompleks dan hanya satu tema, contohnya penggambaran secara fakta kelompok anak. Selain yang dibahas dalam criteria kompleks, ternyata cara deskriptif juga dilakukan dengan objek yang lebih spesifik dan natural, misalnya kasus yang sedang dibahas bersifat lebih mendalam, maka dengan cara deskriptif dapat memberikan gambaran yang lebih spesifik tentang kasus tersebut.

Pengertian penelitian deskriptif sebenarnya proses yang sama dengan penelitian lainnya, hanya saja lebih bersifat menggambarkan objek yang diteliti dengan keadaan sesuai fakta.

Pengolahan Data Penelitian

Pengolahan data penelitian dilakukan untuk menjadikan data tersebut lebih mudah dipahami. Pengolahan diartikan sebagai mengerjakan, mengusahakan dan berupaya menjadikan supaya suatu barang lebih terlihat berbeda dari yang lainnya dan membuatnya lebih sempurna. Arti kata dari pengolahan bisa disebut sebagai cara, proses ataupun perbuatan mengolah. Sedangkan data diartikan sebagai suatu keterangan  yang disajikan dalam bentuk nyata dan benar, dapat disebut juga sebagai suatu keterangan atau bahan yang dijadikan untuk dasar kajian.

Pengertian dari data itu sendiri ialah fakta empiric yang telah dikumpulkan sebagai bahan pemecah masalah tau menjawab berbagai pertanyaan, biasanya sang peneliti menggunakan data tersebut untuk memberikan informasi yang lebih akurat dan dapat dilihat dari mana sumber itu berasal. Data penelitian dapat diperoleh dari beberapa sumber tepercaya lalu dikumpulkan menggunakan berbagai. Kegiatan penelitian yang menggunakan data yang rancu, akan menimbulkan berbagai masalah, oleh karena itu diperlukan data yang seakurat mungkin agar proses penelitian menjadi lebih tepercaya kebenarannya.

Dalam pengolahan data penelitian harus dilakukan beberapa tahap, yang pertama adalah periapan penelitian. Dalam langkah ini yang dibutuhkan adalah menyusun instrument penelitian yang didasarkan pada indicator yang dirujuk, serta dimensi penelitian. Selanjutnya dilakukan uji reliabilitas teoritis instrument penelitian dan validitas berdasarkan pertimbangan oleh para ahli. Lalu ada uji reliabilitas empiric instrument dan validitas penelitian dari hasil uji coba. Menentukan ukuran sampel menggunakan rumus slovin atau tabel kretjie.

Langkah awal dalam pengolahan data adalah untuk setiap jawaban dari responden, ubahlah data bentuk kualitatif hasil angket menjadi kuantitatif. Selanjutnya hitunglah skor keseluruhan pada setiap variabel penelitian. Mengubah skor keseluruhan tersebut dalam bentuk nilai. Dalam penghitungan statistic deskriptif, pada setiap variabel harus dihitung besaran statistic, mulai dari rata-rata hingga standar deviasi. Variabel penelitian bisa menggunakan tabel ataupun diagram berbentuk histogram, batang dan lingkaran. Bisa juga menggunakan detenred Q-Q plot agar kita dapat mengetahui bentuk distribusi data.


Pengolahan data penelitian juga diperlukan pengujian hipotesis, dengan cara mengubah suatu hipotesis penelitian hingga menjadi hipotesis statistic, menentukan sebuah rumus statistic yang akan digunakan dan menentukan criteria dalam penerimaan atau penolakan.