Sabtu, 21 Maret 2015

Kelenjar Pencernaan pada Manusia

Kelenjar pencernaan ialah organ pada manusia yang menghasilkan enzim enzim untuk membantu proses pencernaan makanan.

Kelenjar pencernaan pada manusia terdiri dari kelenjar ludah, kelenjar lambung, kelenjar hati, kelenjar pankreas dan kelanjar usus.


Berikut uraian dari masing-masing kelenjar pencernaan pada manusia :
a. Kelenjar ludah
Kelenjar ludah ialah kelenjar pencernaan yang pertama kali mencerna makanan ketika makanan masuk ke dalam mulut. Kelenjar ludah menghasilkan enzim ptialin yang berguna untuk mengubah zat tepung menjadi gula.

b. Kelenjar lambung
Kelenjar lambung ialah kelenjar pencernaan yang menghasilkan enzim asam klorida, renin, pepsin. Enzim pada lambung dihasilkan oleh dinding lambung. Asam klorida (HCL) dipengaruhi oleh hormon gastrin dan gerak refleks yang muncul ketika makanan masuk ke dalam lambung.
Berikut enzim yang diroduksi oleh dinding lambung beserta fungsinya :
1. Asam klorida (HCL) untuk membunuh kuman penyakit dan bakteri yang masuk bersama makanan.
2. Renin untuk mengendapkan protein susu pada air susu yang hanya terdapat pada asi.
3. Pepsin untuk untuk mengubah protein menjadi pepton.

c. Kelenjar hati
Kelenjar hati ialah kelenjar pencernaan yang terletak pada rongga perut sebelah kanan. Kelenjar hati ialah  kelenjar pencernaan terbesar pada manusia yang berwarna merah kecoklatan. Pada bagian depan hati terdapat kantung empedu yang berguna untuk menampung cairan empedu sebelum disalurkan untuk mencerna makanan. Empedu dibuat dari perombakan sel sel darah merah yang telah mati atau rusak. Hati mampu memproduksi 0.5 liter cairan empedu setiap harinya. Cairan empedu berguna untuk mengelmusikan lemak yaitu mengubah ukuran lemak menjadi partikel partikel yang lebih kecil agar lebih mudah diserap dan di edarkan oleh darah ke seluruh tubuh.

d. Kelenjar pankreas
Kelenjar pankreas ialah kelenjar pencernaan yang terletak di dalam rongga perut dekat lambung dan usus halus. Pankreas menghasilkan enzim pencernaan yang disalurkan ke dalam usus. Enzim yang dihasilkan oleh pankreas dipengaruhi oleh hormon sekretin yang diproduksi oleh usus duabelas jari.
Berikut enzim yang dihasikan oleh pankreas beserta fungsinya :
1. Amilase untuk mengubah amilum menjadi glukosa
2. Lipase untuk mengubah lemak menjadi asam lemak dan mengubah lemak menjadi gliserol.
3. Tripsin untuk mengubah protein menjadi senyawa asam amino.

e. Kelenjar usus
Kelenjar usus pada manusia dibedakan menjadi usus duabelas jari dan usus halus. Usus duabelas jari berfungsi menyalurkan enzim yang dihasilkan oleh pankreas dan getah empedu dari hati ke dalam usus halus untuk melakukan proses pencernaan.
Usus halus juga menghasilkan enzim pencernaan. 
Berikut enzim yang dihasilkan oleh usus halus beserta fungsinya :
1. Sukrase untuk mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa
2. Maltase untuk mengubah maltose menjadi glukosa
3. Laktose untuk mengubah laktosa menjadi glukosa menjadi galaktosa
4. Peptidase untuk mengubah peptide menjaadi asam amino.

Demikianlah sekilas tentang kelenjar pencernaan pada manusia, semoga bermanfaat.

Kamis, 19 Maret 2015

Rumus Segitiga dan Contoh Soal

Pengertian Tinggi dan Luas segitiga
Tinggi segitiga adalah panjang garis yang ditarik dari salah satu titik sudut segitiga dan tegak lurus dengan sisi di depan segitiga. Segitiga mempunyai tiga buah titik sudut sehingga setiap segitiga mempunyai tiga buah garis tinggi. Setiap sisi segitiga dapat dipandang sebagai alas segitiga.

Perhatikan gambar 1 !

Sisi AB juga sebagai sisi c karena terletak di depan sudut C. Sisi BC dan sisi AC disebut juga sebagai sisi a dan sisi b. Garis tinggi yang terbentuk dari titik sudut C disebut tc, dan tegak lurus dengan alas atau sisi c . Garis tinggi yang terbentuk dari titik sudut B dan A disebut tb dan ta.

Rumus-rumus pada segitiga
Luas segitiga
Luas = ½ x alas x tinggi
L = ½ x a x t

Keliling segitiga
Keliling = sisi 1 + sisi 2 + sisi 3
K = s + s+ s

Contoh soal luas dan keliling segitiga beserta pembahasan
1. Hitunglah keliling sebuah segitiga sama sisi dengan panjang alas 12 cm !
Diketahui :
Segitiga sama sisi merupakan segitiga dengan tiga sisi yang panjangnya sama
S = 12 cm
Ditanya :
K . . . ?
Jawab :
K = s + s + s
K = 12 cm +12 cm + 12 cm
K = 36 cm
Jadi keliling segitiga sama sisi tersebut 36 cm

2. Sebuah segitiga panjang alasnya 12 cm dan tingginya 5 cm. Hitunglah luas segitiga tersebut !
Diketahui :
a = 12 cm
t = 5 cm
ditanya :
L . . . ?
Jawab :
L = ½ x a x t
L = ½ x 12 cm x 5 cm
L = 30 cm2
Jadi luas segitiga tersebut 30 cm2.

3. Jika diketahui alas segitiga 22 cm. Hitung tinggi segitiga jika luasnya 165 cm2 !
Diketahui :
a = 22 cm
L = 165 cm2
Ditanya :
t . . . ?
jawab :
L = ½ x a x t
165 cm2 = ½ x 22 cm x t
165 cm2 = 11cm x t
165 cm2 / 11 cm = t
15 cm = t
Jadi tinggi segitiga 15 cm.

4. Luas sebuah segitiga 80 cm2, tentukan panjang alas segitiga jika tingginya 8 cm !
Diketahui :
L = 80 cm2
t = 8 cm
ditanya :
a . . . ?
jawab :
L = ½ x a x t
80 cm2 = ½ x a x 8 cm
80 cm2 = a x 4 cm
80 cm2 / 4 cm = a
20 cm = a
Jadi alas segitiga 20 cm.

Pengertian Hukum Internasional

Pengertian hukum internasional menurut Prof Dr. Mochtar Kusumaatmaja Hukum Internasional merupakan seluruh kaidah dan asas yang mengatur hubungan maupun persoalan yang melintasi batas-batas negara baik antara negara dengan negara maupun negara dengan subjek hukum internasional lainnya.

Hukum internasional terbagi menjadi dua bagian, yaitu :
1. Hukum Perdata Internasional
Merupakan hukum internasional yang mengatur hubungan antara hukum dan warga negara di suatu negara dengan warga negara dari negara lain. Hukum perdata internasional juga disebut hukum antar bangsa.

2. Hukum Publik Internasional
Merupakan hukum internasional yang mengatur hubungan antara negara yang satu dengan negara lainnya dalam hubungan internasional. Hukum publik internasional juga disebut Hukum Antarnegara.

Asas-Asas Hukum Internasional
Asas- yang berlaku di dalam hukum internasional, diantaranya :
a. Asas Teritorial
Asas ini menyatakan bahwa negara melaksanakan hukum bagi semua orang dan juga semua barang yang berada dalam wilayah negara tersebut.
b. Asas Kebangsaan
Asas ini menyatakan bahwa hukum negara tetap berlaku bagi seorang warganegara walaupun ia berada di negara lain. Asas ini mempunyai kekuatan ekstrateritorial.
c. Asas Kepentingan Umum
Asas ini menyatakan bahwa hukum negara tidak terikat pada batas-batas wilayah suatu negara karena hukum menyesuaikan diri dengan semua keadaan maupun peristiwa yang menyangkut kepentingan umum.

Subjek Hukum Internasional

Subjek hukum Internasional meliputi :
a. Negara
b. Individu
c. Tahta Suci (vatican)
d. Palang Merah Internasional (PMI)
e. Organisasi-organisasi Internasional
f. Pemberontak

Sumber Hukum Internasional

Sumber hukum Internsionalterdiri dari :
1. Sumber hukum materiil
Merupakan segala sesuatu yang menjadi dasar berlakunya hukum di suatu negara.
2. Sumber hukum formal
Merupakan sumber dimana ketentuan hukum internasional ditemukan.

Sumber hukum formal menurut pasal 38 Piagam mahkamah Internasional, terdiri dari :
1. Perjanjian Internasional (traktat)
2. Kebiasaan-kebiasaan internasional diterima sebagai hukum
3. Asas umum hukum yang diakui oleh negara beradab
4. Putusan hakim hukum internasional yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (Yurisprudency)
5. Pendapat para ahli hukum internasional (Doktrin)

Sebab munculnya sengketa Internasional :
a. Masalah politik
Contoh : perang dingin antara blok barat yang menganut paham liberal dengan blok timur yang menganut paham komunis.
b. Masalah wilayah
Contoh : perselisihan Indonesia dan Malaysia memperebutkan Pulai Ligitan dan Pulau Sipadan.

Penyelesaian sengketa Internasional.
Penyelesaian sengketa internasional dilakukan dengan dua cara :
1. Dengan cara damai, meliputi :
a. Arbitrasi
Penyelesaian sengketa dengan bantuan arbitrator yang dipilih secara bebas oleh berbagai pihak.
b. Penyelesaian Yudisial
Penyelesaian sengketa melalui suatu peradilan yudisial internasional dengan memperhatikan kaidah hukum yang berlaku. International Court of Justice berada di Denhag Belanda.
c. Negosiasi (perundingan)
d. Mediasi
e. Konsiliasi.
f. Penyelidikan
g. Penyelesaian sengketa dengan bantuan PBB

2. Dengan cara paksa atau kekerasan, meliputi :
a. perang bersenjata
b. Retorsi
Merupakan tindakan balas dendam yang dilakukan oleh suatu negara kepada negara lain.
b. Tindakan-tindakan pembalasan (Repraisal)
Merupakan suatu metode yang digunakan oleh suatu negara untuk memperoleh ganti rugi dari negara lain melalui tindakan pembalasan.
c. Blokade secara damai
d. Intervensi
Demikianlah sekilas tentang pengertian hukum Internasional, semoga bermanfaat.

Sistem Pencernaan pada Aves (burung)

Sistem pencernaan pada burung (aves) terdiri dari organ pencernaan dan kelenjar pencernaan. Makanan burung terdiri dari beberapa jenis seperti serangga, buah-buahan, dan biji-bijian.

Saluran pencernaan pada burung meliputi
rongga mulut, kerongkongan, tembolok, lambung, empedu, usus halus, usus besar, rektum, kloaka.


Sistem pencernaan burung dibedakan menjadi :
a. Sistem Pencernaan secara mekanik
Sistem pencernaan mekanik pada burung berlangsung di dalam rongga mulut dengan bantuan lidah yang mendorong makanan menuju kerongkongan. Dari kerongkongan menuju tembolok yang kemudian menuju empedal. Di dalam empedal makanan mengalami pengecilan partikel sehingga lebih mudah diserap.

b. Sistem Pencernaan secara enzimatis
Sistem pencernaan enzimatis pada burung terjadi di dalam mulut dengan bantuan enzim ptialin, di dalam lambung dengan bantuan asam klorida (HCL), di dalam usus dengan bantuan enzim yang dihasilkan oleh pankreas.

c. Sistem Pencernaan secara Biologis

Sistem pencernaan biologis pada burung dilakukan dengan bantuan bakteri sehingga disebut pencernaan mikrobiologi. Proses pencenaan mikrobiolgi terjadi di dalam usus besar.

Urutan proses pencernaan pada burung :
a. Rongga mulut
Di dalam rongga mulut makanan akan bercampur dengan saliva atau ludah. Air ludah pada burung berguna sebagai bahan lubrikasi air.

b. Tembolok
Tembolok merupakan saluran yang menghubungkan lambung dengan rongga mulut. Tembolok terletak pada tenggorokan bagian akhir. Pada tembolok makanan hanya numpang lewat saja dan tidak mengalami proses pencernaan. Tembolok juga menjadi tempat untuk menampung dan menimbun makanan. Di sini makanan akan disimpan untuk sementara waktu dan mengalami proses peredaman olah cairan yang disekresikan oleh dinding tembolok.

c. Lambung
Di dalam lambung makanan mengalami pencernaan secara enzimatis dengan bantuan getah lambung. Lambung menghasilkan enzim pepsin, renin dan asam klorida (HCL)

d. Ampela (Gizzart)
Di dalam gizzart terjadi proses pelumatan makanan dengan bantuan grift. Grift membantu pelumatan makanan menjadi partikel yang lebih kecil dengan permukaan yang luas sehingga mudah ubtuk penetrasi enzim.

e. Usus halus
Usus halus pada burung tersusun atas duodenum, jejunum dan ileum. Di dalam duodenum terjadi proses penyerapan makanan. Pencernaan makanan di dalam usus halus dibantu oleh cairan empedu, enzim pankreas dan enzim usus. Empedu berfungsi untuk mengelmulsikan lemak, mengaktifkan lipase dan menghidrolisis lemak.

f. Usus besar
Didalam usus masih terjadi proses pencernaan makanan yang belum dicerna oleh usus halus. Di dalam usus besar terjadi pencernaan selulosa dan hemiselulosa yang belum terhidrolisis oleh enzim.
Di dalam kolon terjadi pencernaan mikrobiologi dengan bantuan bakteri untuk mencerna protein.

g. Kloaka
Sisa sari-sari makanan yang tidak diserap oleh tubuh di dorong oleh usus besar menuju rektum selanjutnya dikeluarakan melalui kloaka.

Demikianlah sekilas tentang sistem pencernaan pada burung, semoga bermanfaat.

Rabu, 18 Maret 2015

Pengertian Hukum Agraria dan Asas Hukum Agraria


Pengertian hukum agraria

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia agraria diartikan sebagai urusan pertanahan atau tanah pertanian atau urusan pemilikan tanah

Pengertian hukum agraria dalam arti sempit adalah sebuah hukum tanah yang hanya mengatur masalah pertanian, atau mengenai permukaan tanah dan kulit bumi saja.

Pengertian Hukum agraria dalam arti luas adalah seluruh kaidah hukum baik yang tertulis ataupun tidak tertulis yang mengatur masalah bumi, air dalam batas-batas tertentu dan ruang angkasa beserta kekayaan alam yang terkandung didalam bumi.

Definisi hukum agraria menurut beberapa ahli :
Ada beberapa ahli hukum yang mengemukaakn pendapatnya mengenai hukum agraria, yaitu :
1. Mr. Boedi Harsono
Hukum agraria adalah suatu kaidah-kaidah hukum yang mengatur mengenai bumi, air dalam batas tertentu juga ruang angkasa serta kekayaan alam yang terdapat di dalam bumi, baik dalam bentuk tertulis maupun tidak tertulis.
2. Drs. E. Utrecht SH
Hukum agraria sebagai hukum istimewa memungkinkan pejabat administrasi bertugas mengurus permasalahan tentang agraria untuk melakukan tugas mereka.
3. Bachsan Mustafa SH
Hukum agraria merupakan himpunan peraturan yang mengatur tentang bagaimana para pejabat pemerintah menjalankan tugas mereka dibidang keagrariaan.

Azas-azas hukum agraria
Ada beberapa asas hukum agraria yang berlaku di Indonesia, diantaranya :
1. Asas nasionalisme
Asas nasionalisme menyatakan hanya warga Negara Indonesia saja yang mempunyai hak milik atas tanah dan hubungan antara bumi dan ruang angkasa tanpa membedakan laki-laki atau perempauan baik warga negara asli ataupun keturunan.
2. Asas dikuasai oleh Negara
Asas dikuasai oleh Negara menyatakan bahwa bumi, air dan ruang angkasa beserta kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara.
3. Asas hukum adat yang disaneer
Asas hukum adat yang disaneer menyatakan bahwa hukum adat yang sudah bersih dari dari segi negatif dapat digunakan sebagai hukum agrarian.
4. Asas fungsi social
Asas fungsi social menyatakan bahwa penggunaan tanah tidak boleh bertentangan dengan norma kesusilaan dan keagamaan dan juga hak-hak orang lain serta kepentingan umum.
5. Asas kebangsaan atau (demokrasi)
Asas kebangsaan menyatakan bahwa setiap warga negara mempunyai hak milik tanah.
6. Asas non diskriminasi (tanpa pembedaan)
Asas non diskriminasi merupakan asas yang mendasari hukum agraria.
7. Asas gotong royong
Asas gotong royong menyatakan bahwa segala usaha bersama berdasarkan kepentingan bersama dalam rangka mewujudkan kepentingan nasional dalam bentuk gotong royong.
8. Asas unifikasi
Menurut Asas unifikasi Hukum agraria disatukan menjadi satu UU yang berlaku bagi seluruh Warga Negara Indonesia.
9. Asas pemisahan horizontal (horizontale scheidings beginsel)
Asas pemisahan horizontal menyatakan ada pemisahan hak kepemilikan antara pemilik tanah dengan benda dan bangunan yang ada di atasnya.
Demikianlah sekilas tentang pengertian dan asas hukum agraria, semoga bermanfaat.

Pengertian Kapilaritas dan Contoh Kapilaritas dalam Kehidupan Sehari-hari

Pengertian kapilaritas
Contoh Peristiwa Kapilaritas

Dalam fisika kapilaritas diartikan sebagai gejala naiknya zat cair melalui celah sempit atau pipa rambut. Celah sempit atau pipa rambut disebut sebagai pipa kapiler. kapilaritas disebabkan oleh adanya gaya adhesi dan gaya kohesi antara zat cair dengan dinding pipa kapiler sehingga jika pembuluh kaca masuk ke dalam zat cair menyebabkan permukanan zat cair menjadi tidak rata atau tidak sama.

Pengaruh gaya adesi dan kohesi terhadap kapilaritas
Zat cair akan naik ke dalam pipa kapiler apabila zat cair membasahi tabung yaitu ketika gaya adhesi zat cair lebih besar daripada gaya kohesi. Hal ini disebabkan gaya tegangan permukaan sepanjang dinding tabung bekerja ke arah atas. Ketinggian maksimum terjadi pada saat gaya tegangan permukaan setara atau sama dengan berat zat cair yang berada dalam pipa kapiler. Permukaan zat cair akan turun apabila zat cair tidak membasahi tabung yaitu pada saat gaya kohesi lebih besar daripada gaya adesi.

Ketika permukaan zat cair naik di dalam pipa kapiler sudut kontak yang terbentuk kurang dari 90 ⁰ dan ketika permukaan zat cair turun di dalam pipa kapiler maka sudut kontak yang terbentuk lebih dari 90⁰. Sudut kontak merupakan sudut yang terbentuk oleh lengkungan. Kohesi merupakan gaya tarik menarik antara molekul-molekul dalam zat sejenis. Adesi merupakan gaya tarik menarik antara molekul-molekul zat yang tidak sejenis.

Contoh kapilaritas dalam kehidpuan sehari-hari

a. Menetesnya air pada ujung kain ataupun ujung kertas.
b. Naiknya minyak tanah melalui sumbu pada kompor minyak tanah
c. Naiknya minyak pada sumbu lampu minyak.
d. Meresapnya air melalui dinding.
e. Naiknya air dan zat hara melalui akar pada tumbuhan hijau
f. Menyebarnya tinta di atas permukaan kertas
g. Air yang menggenag dapat diserap oleh kain pel maupun spons.

Manfaat kapilaritas
Peristiwa kapilaritas memberikan beberapa manfaat bagi makhluk hidup, diantaranya :
a. Pada manusia
Hemoglobin akan mengambil oksigen dari paru paru dan akan dilepaskan pada saat sel darah merah (eritrosit) melewati pembuluh kapiler
b. Pada ikan
Filamen pada pembuluh darah insang mengandung pembuluh kapiler untuk memudahkan proses pertukaran oksigen dan karbondioksida.
c. Pada tumbuhan
Rambut akar dan batang tumbuhan terdiri dari pembuluh kapiler sehingga air dan zat hara dari dalam tanah akan naik menuju batang, dahan, dan ranting tumbuhan.

Kerugian kapilaritas
a. Dinding rumah menjadi retak karena pori pori dinding menyerap air dalam tanah
b. Lumut yang menempel pada dinding,
c. Cat pada dinding rumah menjadi rusak karena air yang diserap oleh dinding
Demikianlah sekilas tentang pengertian dan aplikasi kapilaritas, semoga bermanfaat.

Selasa, 17 Maret 2015

Aplikasi GLB dan GLBB dalam Kehidupan Sehari-hari


Pengertian GLB
Gerak lurus beraturan (GLB) di definisikan sebagai gerak benda pada lintasan lurus dimana kelajuan benda selama bergerak selalu tetap sehingga benda akan menempuh jarak yang sama dalam selang waktu yang sama.

Aplikasi GLB dalam kehidupan sehari-hari :
a. Kendaraan yang melintasi jalan tol
b. Gerakan kereta api ataupun kereta apilistrik (KRL) yang melintasi rel
c. Pesawat terbang setelah lepas landas bergerak dengan kelajuan tetap

Pengertian GLBB
Gerak lurus berubah beraturan (GLBB) di definisikan sebagai gerak pada lintasan lurus dengan perubahan kecepatan yang tetap terhadap selang waktu yang sama sehingga nilai percepatannya tetap. Pada GLBB perubahan kecepatan benda dapat bertambah atau berkurang sehingga menyebabkan benda menjadi berhenti.

Jenis-jenis GLBB
GLBB dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu :
a. GLBB dipercepat
Jika kelajuan benda bertambah secara konstan dalam selang waktu yang sama sehingga percepatan benda konstan. Misalnya pada detik pertama kelajuan kelinci 1 m/s, pada detik kedua kelajuannya menjadi 2 m/s dan pada detik ketiga menajdi 3 m/s.
b. GLBB diperlambat
Jika kelajuan benda berkurang secara konstan dalam selang waktu yang sama dan pada akhirnya benda menjadi berhenti. Misalnya : pada detik pertama kelajuan sepeda 15 m/s kemudian sepeda direm pada detik kedua kelajuannya menjasi 10 m/s, pada detik ketiga menjadi 5 m/s dan pada detik keempat 0 m/s dan sepeda berhenti. Nilai percepatan benda menjadi negatif atau biasa disebut perlambatan.

Aplikasi GLBB dalam kehidupan sehari-hari :
Ada banyak kejadian dalam keseharian kita yang merupakan aplikasi dari GLLB. Gerakan benda dalam melakukan GLBB dibedakan gerak jatuh bebas dan gerak vertikal.
Berikut aplikasi GLBB :

a. Gerak jatuh bebas
Gerak jatuh bebas adalah gerak benda dengan kelajuan awal nol atau tanpa kecepatan awal. Gerak jatuh bebas dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi sehingga percepatan benda selama bergerak sama dengan percepatan gravitasi bumi.
Contoh : buah apel yang sudah masak jatuh ke bawah akibat tertarik oleh gaya gravitasi bumi. selama bergerak jatuh ke bawah besar percepatan buah apel sama dengan percepatan gravitasi bumi.

b. Gerak vertikal
Gerak vertikal adalah gerak benda pada lintasan lurus dimana benda mempunyai kelajuan awal pada bergerak atau kelajuan awal benda tiak sama dengan nol .Gerak vertikal dibedakan menjadi dua jenis yaitu :
1. Gerak vertikal ke bawah
Gerak benda pada lintasan lurus ke arah bawah dengan kelajuan awal tertentu. Contoh : Eca menjatuhkan koin ke arah bawah dari puncak menara dengan kelajuan 2 m/s.
2. Gerak vertikal ke atas
Gerak benda pada lintasan lurus ke arah atas dengan kelajuan awal tertentu. Contoh : Danu melempar batu ke atas dengan kelajuan awal 5 m/s.
Demikianlah pengertian dan aplikasi GLB dan GLBB dalam kehidupan sehari-hari, semoga bermanfaat.